Setengah Tahun Adaptasi menjadi Istri

rindu itu bumbunya kehidupan suami-istri, maka keluarlah pagi-pagi, carilah bagian dari rezeki di dunia, dan kembalilah di akhir hari penuhi rindu
percaya itu ibarat tiang utama dalam pernikahan, maka jagalah dan jangan lalaikan sedikitpun, teguhkan, dan kokohkan dengan jujur dan amanah
dan senda-gurau, saling mendengarkan, itu nyawanya berkeluarga, disitu kita saling memahami dan mengerti, mengasihi dan menyayangi
diatas segala-galanya, Islam itu ruh kehidupan, tanpanya tak ada guna menikah, takkan bahagia berkeluarga, dan takkan langgeng suami-istri.
-Felix Siauw-

Bismillah, hanya kepada Allah tempat kami bergantung. Hanya izin Allah yang memberikan kami waktu untuk menghela nafas hingga detik ini. Semoga setengah tahun kebersamaan semakin mendewasakan kami berdua untuk senantiasa berharap dan bersyukur pada Allah.
Ponorogo, 15 November 2015 09:33

walimatul ursy
Mengenang kembali masa-masa di awal pernikahan. Ada rasa syukur dan bahagia dengan takdir Allah yang terjadi di hari itu. Selanjutnya setelah menjadi ratu dan raja sehari, bagaimana? Adaptasi pasca menikah, dari single menjadi istri. Apalagi pernikahan kami terjadi karena ada bantuan dari pihak ketiga. Hehe.

Kami menikah dengan jalan ta'aruf (istilah yang populer saat ini kisaran tahun 2020an). Padahal dulu, taaruf itu diam-diam. Tidak ada yang tahu prosesnya kecuali keluarga inti. Proses taaruf kami lumayan panjang juga, selama beberapa bulan. Kami sangat jarang komunikasi dan bertemu karena jarak antar beberapa kota. 

Proses taaruf sebelum nikah, tidak banyak menggali pribadi dan keluarganya secara dalam. Tetapi InsyaAllah setiap penjelasannya saat perkenalan, informasi dari pihak ketiga yang menjembatani kami, InsyaAllah cukup menguatkan untuk lanjut ke jenjang pernikahan, setelah taaruf. Nah, pasca menikah, tentu harus beradaptasi lagi. 

Proses Adaptasi Pasca Menikah

Adaptasi pasca menikah itu penyesuaian antara suami istri yang terus berkelanjutan. Iya dong karena menikah kan InsyaAllah seumur hidup hingga jannah-Nya juga. Aamiin. 
Kalau menurut Ustadz Cahayadi Takariawan, semakin cepat masing-masing pihak beradaptasi, maka semakin mudah juga rasa keharmonisan dan kelanggengan muncul. Pasangan mana yang enggak mau kan. Lalu, apa adaptasi apa saja yang perlu dilakukan?

1. Adaptasi sikap dan sifat pasangan

Sikap dan sifat suami yang belum terlihat di awal pernikahan, pelan-pelan mulai kita sadari. Pasti ada hal-hal yang tidak terduga dan tidak terbayangkan, hingga masing-masing dari kita geleng-geleng kepala. Ini bukan hanya dirasakan salah satu pihak ya. 
Pengakuan banget, hihi. Suami bukan tipe yang suka meletakkan handuk sembarangan sih. Tetapi ada sikapnya yang membuat gemas.

2. Adaptasi dengan keluarga besar pasangan

Penyesuaian dengan pasangan belum selesai, kita harus adaptasi dengan keluarga pasangan. Bisa jadi pasangan kita beda daerah, suku atau adat istiadat. Seperti cerita Ummu Balqis, founder sekolah online bengkel diri, sempat merasa bingung dan sedih karena mengira mertuanya marah-marah. Padahal setelah crosscheck ke suami, memang kebiasaan mertuanya bicara dengan nada keras. 
Aku dengan keluarga suami juga hampir sama. Ada kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga yang berbeda dengan keluarga suami. Semuanya perlu waktu untuk lebih legowo menerima dan menyikapi dengan benar serta baik. 

3. Adaptasi dengan sosial masyarakat

Kita di Indonesia ini terbiasa dengan jiwa sosial, alias berkumpul, bercengkrama, basa-basi. Bagi pasangan baru, tentu butuh berinteraksi dengan tetangga sekitar. Apalagi jika akhirnya tinggal di hunian sendiri (tidak bersama orang tua atau mertua), setidaknya kenal dengan tetangga kanan kiri. 
Alhamdulillah, dua kali mengontrak di tempat berbeda, aku mempunyai tetangga kanan kiri yang baik sekali. Rasanya senang karena mereka welcome dan kita sebagai orang baru, memang perlu mengawali dengan basa-basi silaturahim atau perkenalan. 
Adaptasi ini rasanya tidak akan terjadi kalau tanpa upaya atau ikhtiar. Hm, walaupun mungkin timbal baliknya ada hal yang tidak sesuai. Tetapi yang dinilai Allah adalah proses kita kan. Bagaimana sikap kita berproses dalam belajar menghadapi hidup saat adaptasi pasca menikah.

Ikhtiar yang Mendukung Adaptasi

Perlu usaha-usaha saat mengupayakan penyesuaian antara satu dengan lainnya. Suami istri adalah makhluk yang berbeda, pemikirannya berbeda, apalagi sifat dan sikapnya. Apa saja yang perlu dilakukan?

1. Main bareng

Hal-hal yang bisa saling mendekatkan antar individu adalah melakukan kegiatan menyenangkan bersama, alias main bareng. Misal lakukan staycation, rekreasi, kulineran atau lainnya. Dengan begitu, bisa mendekatkan ikatan hati secara tidak langsung.

2. Ngobrol bareng

Ini salah satu hal penting dalam hidup yaitu ngobrol. Bicara dari hati ke hati untuk saling mengungkapkan hal-hal yang perlu dibicarakan. Mulai dari obrolan ringan sampai berbobot. 

3. Beraktivitas bareng

Saling melibatkan untuk ikut mencoba aktivitas kesukaan pasangan. Bisa jadi salah satu ikhitar menyesuaikan diri dengan pasangan.

Kesimpulan

Setiap pasangan pasca menikah perlu adaptasi. Bukan hanya pasangan yang baru seumur jagung, tetapi sudah menjadi kakek nenek seperti orangtuaku juga masih beradaptasi tuh. Semangat untuk kita para pasangan yang menjaga keharmonisan dan kelanggengan dengan terus menyesuaikan diri. Semoga berbuah hasil yak.

Boleh share dong, kalau punya tips dan trik untuk adaptasi pasca menikah.

Update 2 Januari 2022.
April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar