Jurnal Komunikasi Produktif Hari Ke 2

Rencana praktik komunikasi produktif di hari kedua ini adalah mengajak Hizbi merapikan barang miliknya sendiri. Jika merapikan mainannya insyaAllah sudah menjadi kebiasaan meski kadang tidak tuntas tapi mau inisiatif saat diajak. Tapi saya seringnya lupa agar Hizbi mau bertanggung jawab dengan barang miliknya, contohnya alat shalat. Kalau bersama orang tua biasanya shalat jamaah di rumah, saya siapkan sajadah Hizbi. Selesai shalat biasanya mau untuk menggulung atau melipat sajadah. Tapi karena belum sering latihan untuk melipat, Hizbi maunya menggulung.



Temuan Komunikasi Produktif
Di masa pandemi ini, setelah bulan Syawal, Hizbi terbiasa ikut jamaah di masjid bersama suami di waktu shalat tertentu. Siang ini terlintas, rencana untuk belajar mengomunikasikan ajakan merapikan sarungnya pasca shalat Jumat. Biasanya kalau datang dari masjid akan meminta tolong melepaskan baju koko dan sarungnya. Tapi setelah dilepas, langsung ditinggal saja.

Saatnya memulai kebiasaan baik yang mungkin tak cukup sekali mengingatkan dan puas pada hasil temuan pertama ini. Saat pulang dari masjid tadi, saya masih shalat, Hizbi melepaskan sarung dan baju koko bersama suami. Suami mengingatkan tapi tidak langsung dilakukan Hizbi. Usai shalat, saya mendekat dan mengajaknya bicara.

"Hizbi, tolong sarungnya diambil dulu yuk, dirapikan."
"Nggak mau," katanya sudah di atas kasur.
"Ayo, sebelum tidur lipat sarungnya. Dulu Bunda belajar lipat mukena juga setelah shalat," kataku sambil melipat mukena selesai shalat.
"Bobok aja," pinta Hizbi sambil guling-guling.
"Lho, nanti kalau shalat maghrib mau pakai celana pendek? Sudah nggak mau pakai sarung," tanyaku mendekatinya.
"Nggak mau pakai celana pendek," katanya.
"Ya udah, ayo dilipat atau gulung dulu sarungnya. Mau digendong?" tawarku
"Iya gendong miring," kata Hizbi.

Baiklah, ajakan saya sudah diterima. Sampai di lokasi sarung yang tergeletak, ternyata belum tergerak juga untuk mengambil. Hizbi bilang tak mau karena ada semutnya. Sempat dengar suami bilang, kalau sarungnya ditinggal akan kena semut. Hihi. Ancaman yang membahayakan ternyata. Akhirnya dengan ajakan sekali lagi, Hizbi langsung mengiyakan untuk segera menggulung sarungnya. Alhamdulillah good job. Selanjutnya kita belajar melipat bersama insyaAllah.

Tantangan Komunikasi Produktif
Hal yang menjadi tantangan kali ini adalah berhati-hati dalam bicara. Hizbi cepat menangkap dan merekam setiap ucapan atau sikap. Bisa jadi, hampir setiap anak seperti itu. Belajar untuk mindfull saat berkomunikasi dengan anak. Kalau diajak bicara tapi sambil melakukan aktifitas lain, kadang inti pesan tidak tersampaikan dengan baik.


Apresiasi diri dalam praktik hari ini mendapat 4 dari 5 bintang. Masih belibet, agak panjang kalau bicara. Semoga besok lebih baik lagi.


#harike-2

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

Post a Comment

0 Comments