4 Hal Aktivitas Anak Dapat Menjadi Produktivitas

Bunda, anaknya main terus ya, kapan belajarnya? Lho sekolahnya kok, main-main aja sih? Mungkin ada sebagian yang menganggap bahwa sekolah atau belajar harus memegang alat tulis dan duduk manis. Apa masih ada yang anggap seperti itu juga? Padahal kalau mau mengamati dan merincikan dengan detail kegiatan anak, ternyata di tiap aktivitas anak, dapat menjadi produktivitas dalam kehidupannya. Eh gimana bisa? Bisa banget kok, asalkan butuh komitmen dan konsisten nih. PR banget kan, tapi semoga kita bisa menguatkan niat agar anak tak tersesat nantinya.

Aktivitas anak menjadi produktivitas

Tapi apa mikirnya enggak terlalu jauh? Anak masih usia batuta, baduta, batita dan seterusnya. Sebetulnya sebagai orang tua, tugas kita adalah memandu anak dengan meyakini bahwa setiap anak adalah bintang. Kunci lainnya juga yang aku baca di e-book Pandu 45 bahwa orang tua tak perlu buru-buru melakukan tes bakat untuk melihat bakatnya sebelum usia 16 tahun. Terus gimana dong? Orang tua sebaiknya memberikan wadah (aktivitas) bagi anak untuk melihat potensinya.

Aktivitas Anak Dapat Menjadi Produktivitas

Saat orang tua tak melalukan tes bakat, bukan berarti abai dengan potensi, minat atau bakat anak. Anak butuh diperkuat potensi, minat dan bakatnya untuk menjadi khalifah di muka bumi. Orang tua sebagainya peka dengan segala respon yang dilakukan anak terhadap aktivitasnya. Apa saja yang perlu diperhatikan dari aktivitas anak, supaya kelak menjadi produktivitasnya? Dijelaskan dalam kuliah bunda sayang batch 6 zona 8, institut ibu profesional sebagai berikut:

1. Enjoy

Anak menikmati setiap aktivitasnya. Matanya terlihat berbinar. Energinya seakan tak habis mengerjakan hal itu? Adakah anak terlihat seperti itu?

2. Easy

Apabila ada tantangan di bidang tersebut, anak tak menyerah. Anak akan bertahan untuk cari jalan keluar. Anak berusaha mendapatkan cara untuk mengatasi.

3. Excellent

Anak mampu menikmati aktivitas yang dilakukan dengan munculnya internal motivation. Anak mudah melakukannya. Anak konsisten menambah jam terbang hingga hasilnya bagus.

4. Earn

Tahap lanjut dari sisi produktivitas yang ditekuni anak. Anak aktif berkarya. Anak aktif berbagi hasil karyanya, sehingga orang lain mengakui.

Pengamatan Ragam Aktivitas Anak

Dalam memperhatikan 4E (enjoy, easy, excellent, earn), tentu butuh dipicu dengan ragam aktivitas. Orang tua bisa memberikan aktivitas atau anak melakukan kegiatan yang disukai atas kemauan sendiri. Karena memang, setiap anak adalah unik. Seperti beberapa contoh tantangan yang aku catat hari ini pada ragam aktivitas anak. 

Observasi minat bakat

Hari ini, aku mengajaknya berkebun untuk merawat bibit yang ditanam kemarin. Selain itu, Hizbi melakukan main peran atas inisiatifnya sendiri. Satu kegiatan yang masih membuatnya berbinar dan betah berlama-lama adalah membaca buku. Sempat juga bermain huruf sesuai aktivitas pre school di Al Kindi.

Letter race

Apa nantinya langsung bisa memberi kesimpulan bahwa aktivitas itu nanti menjadi minat, bakatnya? Tak secepat itu ya, perjalanannya masih panjang. Bisa jadi, adanya catatan sebagai orang tua untuk lebih memaksilkan anak lebih bersinar potensinya. Orang tua perlu mewadahi dan mendukung arah aktivitas anak dapat menjadi produktivitas. 


Post a comment

0 Comments