Indikator Fitrah Bakat Anak

Orang tua atau penggiat pengasuhan, insyaAllah setuju dengan pentingnya fitrah bakat anak. Salah satu fitrah yang perlu ditumbuhkan dan dirawat untuk bekal kehidupannya kelak. Suatu saat nanti, anak akan menjalankan peran sebagai apa? 

Apakah kita sebagai orang tua yang menetukan jalannya atau anak yang memilih sendiri? Apa bisa juga menggabungkan kedua pilihan tadi? Tentu hal tentang indikator fitrah bakat anak ini, penting untuk diperhatikan. Harapannya, anak memberi dampak baik bukan hanya untuk pribadinya tapi dalam mengambil peran pada sosial juga. 

Ada beragam tes kepribadian untuk tahu arah atau jenis bakat anak. Wallahu'alam, mendeteksi bakat dengan melakukan tes juga ada yang berbeda pendapat. Jenis tesnya juga sangat beragam, jadi hasil tes yaa bisa variatif juga. Padahal sebetulnya, InsyaAllah setiap dari kita sudah diciptakan dengan pembawaan (bakat) masing-masing. 

Begitu juga dengan anak. setiap anak pasti membawa ptensinya masing masing. Tapi perlu ada pemantiknya supaya bakat itu terlihat nyata. Bukan ujug ujug kita melakukan tes atau judge kemampuan anak. Allah lebih mengetahui arah jalan yang harus ditempuh. 

Maka dengan mendekati, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Allah berjanji akan menunjukkan jalan (bakat) kita. MasyaAllah, merinding banget kan. Janji Allah itu nyata. Menjadi orang tua, akhirnya lebih sering introspeksi diri deh. Sebetulnya orang tua yang banyak belajar pada anak.

Indikator Fitrah Bakat Anak

Alhamdulillah sempat tercerahkan tentang fitrah bakat ini, kurang lebih setahun lalu. Mengikuti mentroship bakat anak bersama Mbak Fitria Nurfeni. Tapi memang masih sebatas menyimpan ilmunya karena belum bisa konsisten dan sabar untuk deteksi detail aktivitas anak yang masih sekitar 2 tahunan. Sebetulnya apa saja indikatornya?

1. Umur 0-6 tahun

Sifat unik tumbuh dengan baik. Sifat ini dapat diamati, dikenali dan dipastikan. Usia segini, butuh difasilitasi banyak aktivitas supaya keluar sifat bakatnya yang dominan. Orang tua jadi lebih punya banyak gambaran tentang hal hal yang disukai anak.

2. Umur 7-10 tahun

Anak menemukan aktivitas yang benar-benar enjoy, easy. Aktivitas yang relevan dengan sifat/fisik uniknya. Usia ini, anak mulai suka dengan aktivitas yang sedikit menantang. Jika mengalami kesulitan, anak akan mencari cara untuk menyelesaikan. Saat berhasil, itu salah satu pertanda anak merasa enjoy dan easy dalam melakukan. 

3. Umur 11-14 tahun

Anak mulai menemukan aktivitas yang enjoy, easy, excellent. Aktivitas anak bisa dikembangkan menajdi beberapa peran spesifik. anak mulai bisa dilibatkan dalam peran di sosial, misalnya berani tampil, mungkin diberi kesempatan untuk berbicara di depan umum, berjualan atau lainnya. 

4. Umur 15-17 tahun

Anak bisa melakukan aktivitas yang enjoy, easy excellent dan earn. Anak mulai melakukan peran spesifik sebagai panggilan hidup. MasyaAllah usia yang sudah cukup matang untuk menentukan jalan hidupnya. 

Kalau sudah mencapai itu, tentu di atas usia 17 tahun sudah mandiri. MasyaAllah. Tapi jika dalam rentang itu, masih belum mencapai indikator, InsyaAllah masih ada waktu untuk memaksimalkan ikhtiar. Sekarang banyak praktisi yang konsen dengan minat bakat, pesertanya juga beragam usia dewasa. Tentu kita bisa memanfaatkan kesempatan itu. Anak bukan hanya menjadi "seseorang" karena arahan orang tua.

Observasi Fitrah Bakat Anak

Ini adalah hari ke 7 pengamatan aktivitas anak. Melakukan aktivitas seperti craft, membaca, merawat tanaman dan bermain peran. Beberapa aktivitas memang mendominasi ada setiap hari. Dilakukan karena ajakan ataupun inisiatif sendiri. MasyaAllah.

Hizbi masih direntang usia 0-6 tahun. Sebagai orang tua harus teliti dengan kecenderungan fitrah bakatnya. 

Kesimpulan

Saatnya menyuguhkan beragam aktivitas, berulang kali dilakukan dan bertemu banyak orang, seperti tulisan sebelumnya. Semangat mendampingi dan memfasilitasi fitrah bakat anak, para orang tua hebat! Semoga kelak, ada banyak anak berbakat yang bermanfaat untuk kebaikan umat. 


April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar