Seberapa Penting Tahapan Membaca pada Anak?

13 komentar

Dari dalam kamar, kudengar suara anak sedang berbicara. Seingatku anak sedang bermain buku atau boardbook di ruang tengah. Tiba-tiba ia bersuara lantang, "Tidak makanan." 

Kudengar ada yang janggal, sambil melihat buku yang dia bawa. Ternyata ia sedang membawa buku Angka-angka dalam Al-Quran. MasyaAllah, aku tertegun, anak mencoba untuk mengulang yang didengar saat dibacakan nyaring selama ini. Apakah itu pertanda anak dalam tahapan membaca kata? Mungkin.

tahapan membaca pada anak

Belum lagi, jika dia membuka buku lainnya. Terkadang ia sudah tahu susunan kata, misal Allah. Dia akan menunjukkan kata itu di setiap halaman. 

Sampai hari ini, anak kalau membuka buku-buku tersebut akan seolah membaca. Seolah membaca? Iya, karena anak memang belum bisa membaca. Aku baru saja agak intens mengenalkan huruf abjad atau fonik (satuan terkecil dari bunyi huruf) di sekitar akhir tahun 2020. 

Aku semakin mencoba menggiatkan, memotivasi dan memfasilitasi setelah mengikuti kelas literasi dini. Ternyata yang terjadi pada anak itu termasuk salah satu dalam tahapan membaca berdasarkan referensi buku Literasi Parenting yang kubaca di Ipusnas. 

Membaca itu Sederhana

Dulu saat aku mengajar, memang pernah meminta anak untuk membaca. Tujuannya untuk tahu sejauh mana kemampuannya. Lalu, bagaimana hasilnya?

Anak sudah lancar membaca dari halaman pertama sampai habis. Tetapi ketika ditanya tentang inti dari buku yang dibaca, anak tidak tahu dan belum paham. Mengapa begitu, padahal membaca itu kan aktivitas yang sederhana.

Dalam KBBI, membaca mempunyai arti melihat serta memahami isi dari hal yang tertulis. Nah, arti dari KBBI, level dalam membaca, sudah tinggi, yaitu memahami. Mantap ya.

Kalau anak bisa membaca, tetapi belum memahami tentang hal yang dibaca, berarti belum sesuai dengan dengan makna kata dari membaca. Padahal jika hasilnya seperti itu, secara tidak langsung akan memengaruhi akademiknya. 

Manfaat Luar Biasa dari Membaca

Kadang itu, kita memandang suatu hal dengan sebelah mata. Terkadang, penyebabnya karena belum tahu dan kurang paham dengan efek samping alias dampaknya.

Begitu juga dengan membaca. Aktivitas yang dianggap biasa, mempunyai manfaat yang menakjubkan. Apa saja sih dampak dari membaca?

1. Agar anak mempunyai apresiasi membaca

2. Meredakan kemarahan anak

3. Terapi mengatasi kecanduan gawai

4. Memperkaya kosakata agar terampil berbicara

5. Meningkatkan daya berpikir anak

6. Optimalisasi kemampuan membaca dan menulis

7. Anak memiliki critical thinking

8. Anak mencintai buku

MasyaAllah, sangat banyak manfaatnya. Manfaat ini, tidak bisa didapatkan hanya dalam satu hari. Perlu mengetahui  tahapan membaca anak, agar sampai di titik mencintai buku.

tahapan membaca buku pada anak

Tahapan Membaca pada Anak

Aku pernah mengikuti beberapa kelas literasi dan dijelaskan bahwa tahapan membaca anak dimulai dari pra membaca, membaca dini, membaca awal, membaca lancar, membaca lanjut, membaca mahir sampai membaca kritis. Tapi dari buku Literasi Parenting, penjelasan tentang tahapan membaca anak ini berbeda. 

Kemampuan membaca pada anak memang perlu dipertanyakan di era digital ini. Anak-anak terlahir di zaman teknologi, beda dengan tahun 90an. Maka, ketrampilan membaca buku perlu dibiasakan sejak dini. Sudahkah kita tahu sampai dimana ketrampilan membaca yang dimiliki anak?

Inilah pentingnya mengetahui tahapan membaca pada anak. Harapannya, sebagai orang tua dapat memaksimalkan kemampuan membaca pada anak. Dalam buku digital Literasi Keluarga, dituliskan 5 tahapannya, antara lain:

1.  Magical stage atau tahap fantasi

Di tahapan pertama, anak menjadikan buku sebagai media yang menyenangkan. Ini tahap perkenalan buku yang sebaiknya didampingi dan difasilitasi orang tua dengan baik. Masih tahap perkenalan, kadang anak tak paham cara membuka buku yang benar atau memperlakukan buku dengan baik. Jadi masih dianggap sebagai mainan yang sepertinya akan menyenangkan. InsyaAllah jika sejak dini sudah diarahkan akan berpengaruh pada kecintaan dan menikmati buku nantinya.

2. Self concept stage atau pembentukan konsep diri

Di tahap ini, anak seolah-olah membaca buku dan paham makna gambarnya. Terlihat lucu ya, jika melihat secara langsung bayi 2 tahun serius melihat dan membaca buku semaunya. Sikap seperti itu, ternyata sudah menunjukkan anak suka dengan buku. Orang tua jelas harus lebih banyak tenaga untuk mau membacakan dan menceritakan isi buku.

3. Bridging reading stage atau membaca gambar

Di tahap ini, anak menggunakan gambar sebagai media bercerita. Anak sudah mulai tumbuh kesadarannya pada tulisan di buku atau menemukan kata yang ditemui sebelumnya. Anak juga mulai sedikit hafal atau paham tentang huruf maupun kata. Orang tua memfasilitasi dan mendampingi dengan menyediakan buku bercerita atau buku bergambar yang menarik.

4. Take off reader stage atau pengenalan bacaan

Tahap ini, anak mulai tertarik dan mengenal tulisan dalam konteks tertentu, misal papan iklan, rambu lalu lintas dan lainnya. Orang tua jelas masih harus mendampingi anak membaca. Anak perlu diajak membaca dan bercerita bersama. Di tahapan keempat ini, anak tertarik ingin bisa membaca karena penasaran dengan isi atau cerita dari buku. 

5. Independent reader stage atau membaca lancar

Tahap ini, anak sudah bisa membaca dengan lancar bahkan mampu memahami hingga berpikir kritis dari hasil pengalaman membacanya. Orang tua perlu menyediakan ragam bahan bacaan. Tujuannya agar anak terus membaca ketika menjalani hari-harinya. 

MasyaAllah, bagiku masih ada tahapan yang harus dilalui anak. Semoga, sebagai orang tua, bisa melakukan stimulasi membaca sesuai perkembangan anak. Pentingkah kita sebagai orang tua mengetahui tahapan membaca ini? Hm, kembali pada sudut pandang dan kebutuhan masing-masing ya.

Jika masih mempunyai anak balita atau pre school, tahapan membaca ini bisa menjadi acuan, pencapaian membaca anak. Pencapaian yang bukan untuk dibandingkan dengan anak lainnya, tapi progress dirinya sendiri.

Kesimpulan

Tentu kita berharap bahwa anak bukan hanya bisa membaca buku, tetapi juga bisa membaca fenomena yang di sekitar. Lalu, dari hasil pengalaman membaca, semoga dapat mengambil peran dalam mengubah keadaan sekitarnya menjadi lebih baik. Aamiin.

Bagaimana teman-teman, apakah tahapan membaca ini penting? Sebagai orang tua atau orang dewasa, mungkin perlu refleksi juga, sampai mana tahapan membaca anak kita? Adakah hal yang butuh didampingi dan ditingkatkan?

April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

13 komentar

  1. Seneng banget ya Mbak kalau anak bisa senang dan bisa membaca tanpa terpaksa. Natural gitu prosesnya. Lucu emang liat gaya bocil sok-sok baca buku gitu, tulisannya apaa dia ngomongnya apa 😂

    BalasHapus
  2. Untuk sampai di tahap membaca lancar, ternyata ada tahapan - tahapan lain sesuai dengan usia anak ya. Nah kalau anak 6 tahun, mau SD itu kira - kira sudah pas dan bisa diterapkan membaca lancar ya, mom?!

    BalasHapus
  3. Say kira perlu banget ya orangtua tahu tahapan ini, supaya nantinya bisa mengajarkan anak membaca dengan lebih menyenangkan tanpa harus memaksakan kepada anak karena merasa tertinggal dari anak-anak lain yang berada di tingkat yang lebih atas

    BalasHapus
  4. Senangnya ya jika anak punya kebiasaan membaca dan memang harus dimulai dari orang tua yang membiasakan dan mendidik.

    BalasHapus
  5. Beda sekali ya mom tahap membaca anak sekarang lebih inovatif dan menyenangkan. Anakku generasi 90 an membacanya masih di eja dengan merangkai kata sampai akhirnya jadi satu kalimat. Salam: Dennise Sihombing

    BalasHapus
  6. saya sepakat bahwa ada tahapan membaca pada anak2, dan relativelly beda sih tiap anak terkait dengan type pembelajaran si anak pada umumnya. dr 3 anak, masing masing anakku menjalani tahapan membaca yang beda2 terkait jg dengan usia mrk

    BalasHapus
  7. bahagia banget ya rasanya kalau anak juga jadi suka membaca karena kita menanamkan kebiasaan baik ini, rasanya usaha kita membuahkan hasil yang baik ya, ada manis-manisnya gitu.
    tapi memang ya tahapan membaca itu tidak langsung, semua butuh proses dan cukup panjang juga anak untuk disebut bisa membaca (memahami) isi bacaan seutuhnya ya :)

    BalasHapus
  8. Betuuul. Bacakan buku pada anak meski anak masih bayi/balita dan belum bisa membaca. Sering nemu ibu-ibu yang menganggap "ngapain beliin buku buat anak yang belum bisa membaca". Padahal, pembiasaan yang menyenangkan justru dimulai sejak anak belum bisa membaca.

    BalasHapus
  9. setuju mba, sejatinya anak anak bisa membaca bukan hanya sekadar bisa membaca tulisan taoi ada nnilai yang lebih dalam yang kita orang tua inginkan, seru ya lihat anak anak batita melihat buku dengan mata berbinar paduan hasil mendengar cerita isi buku dari orang tuanya dan gambar yang ada di dalam buku

    BalasHapus
  10. Benar sekali..
    Rasanya proses membaca ini gak hanya sekedar bisa lalu sudah. Kudu melatihkan semua indera agar sang anak cerdas dalam memahami apa yang ada di hadapannya.
    Baik berupa lisan atau perbuatan.

    BalasHapus
  11. Baca ini jadi inget anak sulung kami, yang setiap kali dibacakan buku langsung dipintq dan mau dibaca sendiri.

    BalasHapus
  12. Anakku yg 2 tahun itu suka banget dibacakan satu judul buku berulang-ulang. Eh ternyata dia hafal jalan ceritanya dan mau mempraktikkan di kehidupan nyata. Seru deh kalau ngomongin kebiasaan baik membaca buku

    BalasHapus
  13. dulu aku sempat worry mba, pas TK kan ak les-in anakku calistung gitu, lebih ke baca sih, terus dia malah kaya malas2an karena ada gurunya tuh yang emg krg welcome gitu, ak aja liatnya auranya gak suka, tp alhamdulillah sih anakku sekarang udh bisa baca dan suka baca buku

    BalasHapus

Posting Komentar