Rahasia Menulis Menyenangkan Setiap Hari

21 komentar

“Bagaimana ini, aku kesulitan menulis setiap hari? Rasanya sulit.”

“Aku bingung nih, apa yang mau ditulis setiap hari?”

Beberapa ungkapan kebingungan sempat aku dengar dari teman-teman. Mereka sebetulnya agak salah dalam bercerita ke aku. Aku juga masih berjuang untuk bisa meluangkan waktu menulis setiap hari. Tetapi itu jadi pengalaman berharga bagiku. Terlibat dalam tim admin kepenulisan suatu komunitas, membuatku termotivasi untuk menulis atau membaca karena mendapat curhatan peserta. Malu dong. Hehe.

Alhamdulillah, keraguanku untuk bisa rutin menulis menjadi sedikit berkurang. Sarana belajar menulis terbuka lebar di kelas literasi ibu profesional (KLIP). Ini adalah tahun ketiga bergabung KLIP. Tahun pertama sudah gagal di bulan Januari. Tahun kedua, aku gagal di bulan November. Agak nyesek sih, tetapi menyadari dan mengakui kesalahan sendiri. Aku belajar dari kegagalan supaya tidak kebingungan di akhir dalam mencapai target minimal 10 setoran setiap bulan. 

rahasia menulis menyenangkan

Awal Februari ini, KLIP menyambut peserta dengan sangat ramah dan cantik. KLIP mengadakan kelas persiapan yang keren. Aku menjadi punya bekal dalam mengikuti tantangan menulis minimal 10 setoran setiap bulan selama satu tahun. 

Ada 2 materi yang diadakan dengan dua narasumber kece yaitu Ibu septi Peni Wulandani (founder Ibu Profesional) dan Teh Shanty Dewi Arifin (inisiator KLIP). Aku ingin bagikan sedikit insight materi Teh Shanty tentang rahasia menulis menyenangkan dan tanpa beban.


Alasan Menulis Menjadi Beban

Terkadang aku berpikir, apa tulisan yang diposting membawa manfaat. Apa tulisanku bisa nyaman dinikmati? Apakah tulisan ini berkesan di pembaca dan nyaman membacanya? Beragam pertanyaan itu berputar di kepala dengan segala keraguan. Ternyata, Teh Shanty juga sempat merasakannya.

Belum lagi, saat merasa kehabisan ide untuk melanjutkan menulis. Kalau hal itu, aku sebetulnya sudah tahu penyebabnya. Tetapi entah mengapa, belum mengubah kebiasaan. Pernah juga merasa, tidak ada kesempatan waktu untuk menulis. Jadinya menulis terasa sebagai beban, berat untuk memulainya. Padahal ada keinginan untuk terjun serius dalam kepenulisan. Perlu ilmu untuk mendobrak itu semua.

Menulis Menyenangkan Setiap Hari dengan Free Writing

Alhamdulillah, Allah beri jalan untuk banyak melahap ilmu yang disediakan di kelas persiapan KLIP. Ilmu tentang Free Writing dari Teh Shanty cukup banyak memberi wawasan dan semangat baru agar bisa menulis tanpa beban. Teh Shanty menjelaskan bahwa free writing adalah teknik menulis yang tanpa aturan. Bebas menulis apa saja karena tidak untuk dibaca orang lain. Teh Shanty menyarankan untuk mampu meluangkan waktu menulis 15 menit sehari dengan cepat. 

Manfaat 

Menulis dengan bebas tanpa aturan, terlihat sepele ya. Meskipun begitu, free writing memiliki banyak manfaat. Bukan hanya membuat perasaansenang dan tanpa beban saja lho. Berikut ini beberapa manfaatnya:

1. Mengenali diri

Jadi tahu tentang diri sendiri ketika menulis bebas. Misal senang menulis di waktu pagi, senang menulis suatu bidang tertentu. Kita jadi tahu suasana dalam menulis, jenis media tulisan dan sebagainya. Secara tidak langsung, belajar mengenali diri sendiri.

2. Ketenangan jiwa

Kita pasti sudah tidak asing dengan istilah writing for healing. Ya, menulis bisa untuk menenangkan jiwa. Alhamdulillah, aku merasakan manfaat ini. Aku sempat mendengar istilah menulis katarsis. Kita bisa bercerita apapun perasaan yang sedang dirasakan, mengendapkan lalu menganalisis emosinya. Setelah dipikir-pikir, jadi lebih peka tentang hikmah dan letak kesalahan suatu peristiwa yang dialami.

3. Mengembangkan draft ide

Jika sudah punya poin ide, kita dapat mengembangkan tulisannya dengan melakukan free writing terlebih dulu. Baru setelah itu melakukan penyuntingan dengan menambahkan referensi, kesesuaian kosakata dan lainnya.

4. Latihan menulis

Saat ingin menjadi penulis, kita butuh banyak berlatih. Free writing bisa menjadi sarana awal menulis apapun, misal dengan diberi patokan suatu kata. Melatih menulis setiap hari agar menjadi kebiasaan.

5. Mengatasi writer block

Ketika merasa kebingungan ingin membuat tulisan, free writing adalah jalan ninjanya. Teh Shanty memberikan saran agar kita menulis saja tentang kebingungan yang dirasakan.

Target 

Aku pernah mendengarkan podcast tentang menulis bebas. Salah satu yang menjadi hambatan dalam free writing adalah bosan. Ternyata dalam materi ini, Teh Shanty memberikan tipsnya yaitu kita menentukan target, saat melakukan free writing. Target ini tentu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sendiri. Beberapa contoh targetnya, antara lain:

1.     Membuat perencanaan di awal, selama 100 hari atau 14 pekan.

2.     Memulai menulis selama 15 menit, lanjut 30 menit, 45 menit atau sampai 1 jam.

3.     Menulis bisa diawali sebanyak 300 kata lalu bisa meningkat menjadi 500 hingga 1000 kata.

4.     Mempunyai tujuan sasaran pembacanya. Misal awalnya untuk diri sendiri, lalu menulis minimal 300 kata di sosmed, lanjut minimal 500 kata di blog hingga menulis buku.

 

menulis ide setiap hari pasti bisa

Menulis dengan Handwriting atau Typewriting

 

Dalam menulis bebas tanpa aturan, kita dapat sarana pilihan dalam melakukannya. Kita bisa memilih handwriting atau typewriting. Kedua pilihan itu, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Teh Shanty menjelaskan sebagai berikut:

  • Handwriting yaitu cara menulis manual menggunakan tangan. Menulis menggunakan alat tulis pensil atau bolpoin dan kertas. Jika kita menulis tangan, biasanya lebih mudah mengalir, mengingat, mengasah kreativitas kita dan lebih fokus karena hanya berhadapan dengan alat tulis. Namun, memang susah untuk mengedit, kita akan mengandalkan coret mencoret dan mungkin terasa lebih pelan.
  • Typewriting yaitu proses menulis secara mengetik menggunakan alat seperti laptop, komputer, handphone atau lainnya. Ketika kita mengetik, maka akan mudah dalam mengedit dan menghitung jumlah kata. Tetapi berdasarkan pengalaman pribadi, bisa banyak distraksinya ya, saat mengetik.

Tips Free Writing yang Menyenangkan

Sepertinya sudah tidak akan ada kata bosan atau mati gaya dalam melakukan free writing. Kita perlu melakukan beberapa tips yang membuat free writing terasa menyenangkan dan bukan menjadi beban. Apa saja itu?

1. Jadikan terlihat

Jika kita mengetika menggunakan gawai, kita perlu mengatur aplikasi agar mudah terlihat. Saat mudah dilihat, kita jadi lebih mudah ingat agar terus menulis. Begitu juga saat kita menulis manual. Kita perlu meletakkan alat tulis yang biasa digunakan, agar lebih mudah terlihat. 

2. Jadikan menarik

Ternyata kita bukan hanya fokus dalam berproses, sesekali kita perlu untuk fokus pada hasilnya lho. Misal berhasil menulis 300 kata, pekan depannya 350 kata dan seterusnya. 

3. Jadikan mudah

Sebaiknya kita memang perlu memahami kebutuhan dan kondisi sendiri dalam menulis. Saat kita melakukan free writing dengan target minimal 300 kata, apakah bisa dilakukan selama 15 menit atau butuh tambahan waktu. Kita juga bisa menggunakan google document sebagai aplikasi menulis karena bisa diakses kapanpun dan dimanapun, asalkan terhubung dengan internet.

4. Jadikan memuaskan

Kita perlu mengapresiasi diri sendiri lho. Merayakan pencapaian sekecil apapun dengan cara apapun. Misal kita mendapatkan badge menulis 10 hari selama sebulan, bisa membagikan kebahagiaan itu di media sosial.

Kesimpulan

Materi menulis menyenangkan dengan free writing ini, sungguh berkesan. Aku memang sedang membutuhkan refresh ilmu ini lagi. Mengembalikan kembali motivasi dan mendobrak writer block yang sempat membuat tertahan menulis. Teman-teman sudah pernah mencoba free writing? Bagaimana rasanya? 

Kalau belum, bisa langsung kita coba, yuk! Mudah. Semoga apa yang kita tuliskan tanpa beban dan terasa menyenangkan itu, bisa memberi manfaat untuk diri sendiri yaa. 

April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

21 komentar

  1. Thank's sharingnya mbak april. Materi tentang free writing ini bener bener saya butuhkan saat ini.
    Blog saya sampai berdebu rasanya hehe..sudah hampir setahun tidak ada ide menulis. Ini baru dua tiga kali bulan ini saya coba isi lagi blognya. Walaupun rasanya tidak pede. Lama tidak menulis jadi kagok, berasa jelek banget bahasanya :(
    Tapi di teknik yang mbak april ceritakan ini saya jadi agak lega. Biar saja tulis dulu bebas, toh nanti nanti juga bisa diedit. Bisa diganti, disusun ulang suatu saat.
    Saya itu macet , writer block, sejak pandemi makin menjadi itu. Keseringan wfh, Apalagi trus saya sekeluarga kena covid. Makin males saya berhubungan dengan semua media sosial termasuk blog. Tapi ya itu dampaknya, jadi males banget menulis.
    Semoga bisa menerapkan sedikit demi sedikit tips di artikel ini. Pengen semangat nulia lagii :)

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat tipsnya, Mbak. Memang saat membiasakan diri untuk menulis, kita tetap harus disiplin ya, meskipun yang ditulis tidak banyak tapi diharapkan bisa rutin. Ini yang susah. Apalagi kalau sudah diselingin sama kesibukan lain, duh, jadi buyar deh idenya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak. Aku juga masih latihan untuk meluangkan waktu menulisi ini.

      Hapus
  3. Relate banget sama saya mbak. Sukatiba tiba macet. Nggak tau mau nulis apa. Padahal nulis bisa jadi healing juga ya. Semoga tipsnya yang bermanfaat ini bisa aku terapkan mbak. Pengen jadi rajin nulis. Makasih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah menyempatkan baca, Mbak. Yuk, semoga kita jadi rajin nulis.

      Hapus
  4. Ketrampilan menukis memang harus diasah ya mbak biar tidak mandeg. Problem writer block memang suka datang kapan saja, dan kalau sudah begitu biasanya lama untuk memulainya lagi. Jadi salah satu solusinya harus rajin menulis bebas tiap hari ya mbak biar semangat tetap terjaga. Makasih tipsnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Kalau sudah writer block, biasanya memanaskan untuk nulis lagi agak lama. Draft masih tetap jadi draft.

      Hapus
  5. Tipsnya bener banget mba. Menulis itu kadang bisa jadi beban, tapi juga bisa banget menyenangkan. Tergantung cara pandang kita. Aku kebetulan dari kecil suka nulis apapun. Jadi makin ke sini makin suka nulis. Cuma masalahnya ganti sekarang. Bukan lagi suka atau tidak suka tapi susah atur waktu dan sesuaikan dengan deadline. Apalagi kalau anak-anak mulai sekolah tatap muka lagi hehehehe.

    Kadang sehari kuat nulis berjam-jam. Kadang cuma punya waktu setengah jam. Tapi ya gimana lagi harus dijalani. Untuk latihan menulis atau tulisan pribadi model free writing ini sangat recommended. Tapi untuk kebutuhan yg lebih formal atau buat kerjaan emang harus ngedraft ya mba. Eniwe makasih banyak tulisannya sangat bermanfaat. Sukses selalu mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, manajemen waktu jadi salah satu tantangan untukku juga. Biasanya kalau butuh nulis banyak, aku belum bisa sekali duduk, Mbak. Hehe.

      Butuh nulis draft di tempat lain. Andalannya pakai google docs

      Hapus

  6. Menulis emang menyenangkan ya mbak, pasti sesama penulis setuju dengan itu.
    Jadi buat diri kita enjoy saat sudah memutuskan diri untuk menulis. Tips-tips ini bisa sekali dicatat agar kelak kalau kehabisan ide, ada tulisan ini yang bisa mengembalikan ide kita ylagi.

    BalasHapus
  7. Saya sempat berpikir di saat pandemi akan panen tulisan. Menjadi semakin produktif. Tetapi, yang terjadi malah kebalikannya. Memang gak sampai bikin blog jadi 'berdebu'. Hanya waktunya aja jadi berasa kurang. Padahal mah ide kayaknya ada terus.

    BalasHapus
  8. Hai kak ini Dennise. Aku ingat zaman masih SMP_SMA aku rajin menulis di buku diary, ada masalah, bahagia aku tuangan semua dalam tulisan. Dan ini terbukti hingga kini kesenangan menulis itu berdampak pada ketenangan jiwa

    BalasHapus
  9. Aku menjadikan menulis awalnya karena aku senang berkhayal, senang bermimpi, jadi semua yang gak bisa diwujudkan di dunia nyata aku wujudkan di dunia aksara. Dan, menulis itu therapi jiwa banget ya, mba, kalau suka menyenangkan

    BalasHapus
  10. Wah mbak aku jadi pingin ikutan juga nih cari ilmu soal free writing biar lebih semangat lagi nulisnya. Ternyata kita harus meluangkan waktu paling gak 15 menit sehari menulis cepat ya, bukan mencair waktu luang untuk menulis.
    Terima kasih motivasinya ya.

    BalasHapus
  11. Juara banget teh Shanty saat memaparkan mengenai free writing.
    Aku pribadi belum bisa menulis free writing karena pasti akan melebar kemana-mana. Namun bisa, atau tidak ini kan tergantung jam terbang. Semakin sering melakukan, maka akan semakin mudah dan lancar.

    BalasHapus
  12. Wah jd pengen belajar juga tentang free writing ini mbak, soalnya tiap ngeblog suka kepikiran mulu soal kata kunci lha, kebutuhan pembaca lha dll wkwk
    Perlu dibiasakan mencoba free writing ini supaya kebiasaan menulis gak mudah luntur yaa, tulis aja yang mau ditulis tanpa ba bi bu :D

    BalasHapus
  13. Pengennya sih tiap hari nulis, tapi ya kadang sempat kadang enggak. Emang enak ya free writing ini, nulis bebas jadi lancar keluarnya.

    BalasHapus
  14. Aku suka banget mengamati IIP. Emang bener2 profesional sih ya apa aja ada konsepnya. Termasuk bagian menulis...

    BalasHapus
  15. mba aprilll makasii sudah sharing...seminggu lalu lagi insecure buat nulis,,,jadi semangat lagiii

    BalasHapus
  16. Saya sih masih belum sanggup untuk menulis setiap hari, Mba.. Xixixixi.. Tapi saya punya prinsip luangkan waktu utk menulis setiap hari (minimal seminggu 2x) bukanencari waktu luang untuk menulis. Jadi mau ada atau ga yang saya tulis, dijadwal menulis saya duduk depan laptop dan siap menulis. Xixixixi.. Tapi jarang sih ga ada yg ditulis. Malah kadang bingung mau yang mana dulu yang ditulis.. Hahaha.. Saking banyaknya tabungan ide.

    BalasHapus

Posting Komentar