Aliran Rasa Tahap Telur-telur Bunda Cekatan

Allah maha baik, masih mengizinkanku belajar sampai detik ini. Belajar dengan bergabung dalam kelas belajar bunda cekatan batch 3 Institut Ibu Profesional. Sudah 4 tahap dilalui, saatnya flash back sebentar, menyampaikan aliran rasa tentang hal-hal yang sudah dilalui di tahap telur-telur kemarin.

Mengenali dan memahami diri sendiri itu, ternyata butuh waktu yang tidak sebentar, ya. Hehe. Mengapa rasanya bisa terlihat mudah dalam menilai atau mengenali orang lain? Mungkin karena kita menggunakan helicopter view, melihat seseorang dengan persepktif luas. Sedangkan pada diri sendiri, rasanya harus menjelajah masuk sejujur-jujurnya. Meskipun antara yakin dan tidak yakin, apakah yang dituliskan pada jurnal, sudah benar karena mengenali diri seperti mengandalkan rasa.

Padahal penilaian jurnalnya bukanlah tentang benar atau salah, karena yang pasti salah adalah tidak mengumpulkan jurnal. Pengerjaan jurnal juga bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban karena bisa-bisa semakin tersesat dan tidak mencapai tujuan akhir dari perjalanan di kelas ini. Untuk apa capek-capek mengikuti kelas jika tidak bersungguh-sungguh. Berulang kali Magika-Hamidah menyampaikan, jika merasa belum siap, ada prioritas di luar kelas ini yang lebih mendesak, boleh mengibarkan bendera putih untuk mundur. Duh, rasanya komitmen diri ini begitu dipertanyakan.

Aliran Rasa Tahap Telur-telur

Kelas bunda cekatan menggunakan analogi kupu-kupu sebagai tahapan belajar. Tahap pertama proses metamorfosis adalah tahap telur-telur. Tahap telur-telur ini aku belajar proses mengenali diri dan mengidentifikasi kekuatan diri. 

Dalam tahap telur-telur masih ada empat tahapan yang aku lalui prosesnya. Aku merasa seperti mengalami metamorfosis diri. Hehe.  

Tahap telur hijau

Membuat daftar aktivitas keseharian peran yang dijalani. Aku menjalani peran sebagai istri, ibu dan perempuan. Dari berbagai aktivitas itu, aku melacak kebahagiaan di tiap aktivitas. Wah, kelihatan kan hal-hal yang nyaman aku kerjakan meski harus mengurangi waktu tidur karena melek malam-malam. 

Tahap telur merah

Di tahapan ini, aku mendetailkan ketrampilan dari beberapa aktivitas yang aku pilih di tahap telur hijau. Termyata, seharusnya ada banyak hal yang belum aku pelajari atau ketahui dari aktivitas yang menurutku bisa dilakukan dan disukai.

Tahap telur orange

Lanjut di tahap ini, aku agak menggalau dan memikirkan berulang kali. Awalnya aku sudah memutuskan jenis ketrampilan yang akan dipelajari selama 6 bulan di bunda cekatan, sampai akhirnya, aku merevisi. Bismillah, semoga pilihan yang tepat untuk saat ini. Kemudian menentukan ilmu untuk mendukung ketrampilan. 

Tahap peta belajar

Ini tahap terakhir dari telur, ternyata aku baru paham yang disampaikan Magika dan kunang-kunang, setelah membuat draft peta belajar. Peta belajar ini semacam petunjuk yang membantuku agar tidak tersesat saat menjelajahi ilmu dari ketrampilan yang sudah aku pilih di tahap telur sebelumnya. Sepertinya masih ada yang perlu direvisi lagi deh.

Kesimpulan

Alhamdulillah, aku bersyukur melalui tahap telur-telur ini. Aku berusaha melacak kekuatan diri untuk ingin cekatan dalam suatu hal. Aku jadi lebih tahu hal yang dibutuhkan sesuai kondisi diri. Tidak perlu menengok yang lain, karena aku ini berbeda dengan yang lain. Aku jadi lebih tahu dan memahami jenis kebutuhan belajar. Selain itu, aku tahu kebutuhan ilmu yang akan dipelajari nanti. 

MasyaAllah, sungguh tidak menyangka bisa melalui satu tahap ini. Penasaran dengan tahap  selanjutnya yang akan dijelajahi nanti. Semoga bisa komitmen dengan baik, bersungguh-sungguh mengerjakan dan mempraktikan. Aamiin. 



April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar