Pancaran Bahagia menjadi Ibu Rumah Tangga

Siapa sih yang tidak ingin hidup bahagia? Menikmati ritme kehidupan sehari-hari dengan peran apapun. Begitu juga, saat menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Profesi yang katanya, aktivitasnya cuma itu-itu saja. Mungkin sekilas terlihat menjadi ibu rumah tangga yang bahagia karena bisa seharian haha hihi dengan anak. 

Ibu rumah tangga juga manusia biasa yaa, pasti ada perasaan jenuh, sedih, marah atau lainnya. Sebetulnya, bukan rutinitas keseharian yang membuat lelah. Namun perasaaan jenuh, emosi atau pikiran negatif lainnya yang seakanakan merasa sebagai ibu rumah tangga paling lelah sedunia. Merasa jadi sosok yang paling butuh me time atau pembenaran lainnya. Itu saya sih.


pancaran bahagia menjadi ibu rumah tangga

Namun, ketika menceburkan diri ke suatu komunitas, membuat saya lebih membuka pikiran tentang peran ibu rumah tangga. Pilihan menjadi ibu rumah tangga secara penuh, ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah atau bekerja di ruang publik adalah sama-sama hebatnya. Ternyata, bahagia bisa diciptakan dalam menjalani berbagai peran ibu yang sudah dipilih secara sadar.

Karena saya sebagai ibu rumah tangga yang terkadang bekerja dari rumah, maka saya pun berhak bahagia dengan cara baik dan benar. Bukan hanya merasa oke, tapi masih ada perasaan tidak nyaman yang menggerogoti hati terdalam. Yaa, kadang sebagai perempuan kan mudah menyembunyikan perasaan. Wajah seolah tenang, padahal di dalam hati seperti genderang mau perang.

Kunci Bahagia menjadi Ibu Rumah Tangga

Perasaan itu terkadang menular. Mungkin ada yang pernah merasakan dekat dengan teman yang lagi badmood? Suasananya mencekam gitu deh. Apalagi sebagai seorang ibu yang menjadi porosnya keluarga. Duh secara tidak langsung, perasaan ibu akan berpengaruh pada seisi rumah.

Beberapa kunci yang saya dapatkan dari teman-teman atau buku untuk saya praktikkan selama ini, antara lain:

Bersyukur

Bersyukur bukan hanya dalam bentuk ucapan, tapi tindakan juga. Bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan dengan beribadah. Memulai aktivitas pagi hari dengan ibadah, seperti charge energi untuk menikmati ragam aktivitas di rumah.

Bagi yang beragama Islam, jika terbiasa bangun sebelum Subuh, dapat shalat sunnah terlebih dahulu. Lanjut mengaji, baca Al Ma'tsurat atau hal lain yang membuat mood tenang di pagi hari, misal journaling. Sempatkan juga untuk evaluasi, adakah perasaan insecure hari ini? Lalu, selipkan rasa syukur menjelang tidur di malam hari.

Mencari tahu potensi dan kembangkan minat bakat

Di zaman teknologi ini, banyak sarana untuk menggali potensi, minat atau bakat kita. Lalu menemukan wadah yang tepat untuk mengembangkannya. Secara sederhana kita mengenalinya dengan menggunakan kuadran untuk identifikasi lewat aktivitas yang bisa dan suka untuk dikerjakan. Seperti kawan blogger saya, Mbak Shyntako yang suka menulis dan mengulik konten. Beliau menjadi founder Yo Ayo Project yang berawal dari aktivitas kesukaannya.

mencari dan mengembangkan potensi minat bakat ibu

Merawat kesehatan mental dan fisik

Merawat kesehatan mental dapat dengan melakukan self care, menikmati me time, couple time atau family time meskipun di rumah saja, sebab kita sudah berlatih syukur. Tidak lupa untuk menjaga kesehatan fisik. Itu salah satu cara bersyukur telah diberikan fisik utuh hingga saat ini

Menyalakan Hormon-hormon Bahagia

Saya teringat dengan pesan Bunda Euis Kurniawati, seorang praktisi talent mapping di acara kulzoom komunitas Ibu Profesional Suramadu. Bahagia yang sesungguhnya adalah florist, bukan hanya feeling good berada di zona nyaman. Florist maksudnya adalah bertumbuh, menerima luka dan mampu beradaptasi. Sedangkan feeling good di zona nyaman adalah tidak produktif, menolak luka dan mengeluh pada realita. Ngeri ternyata, subhanallah. Semoga kita termasuk bahagia yang florist

Apa saja hormon-hormon bahagia yang semestinya kita nyalakan itu? Ada 4 macam, antara lain:

1. Dopamin

Hormon ini akan meningkat jika mendapat apresiasi. Kalau tidak dapat apresiasi dari orang lain, ya apresiasi diri sendiri. Beri reward pada pencapaian dan target pribadi. Meskipun nampak kecil bagi orang lain, tapi menurut kita butuh perjuangan. Dengan begitu, kita berusaha lebih baik dari sebelumnya.

2. Oksitosin

Hormon yang akan bertambah karena sentuhan fisik. Kita bisa memulai ngobrol atau berinisiatif salim dengan suami atau memeluknya. Bisa juga dilakukan bersama anak. Hormon ini sangat dibutuhkan khususnya pada ibu menyusui. Tentu ASI semakin bertambah luber jika bayi menyusui langsung atau mendapat pijatan dari suami.

3. Serotonin

Hormon yang terdapat pada pencernaan. Maka, pencetusnya adalah makanan dan minuman. Makanan yang bisa menjadi mood booster, misalnya coklat, anggur. Namun, perlu diingat agar tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi.

4. Endorfin

Hormon yang semakin bertambah jika melakukan sesuatu yang disukai atau bergerak aktif. Sudah tidak diragukan, bahwa pekerjaan rumah tangga membutuhkan bergerak aktif yaa. Kita bisa pilih melakukan aktivitas beberes mana yang paling disukai, misal menyapu, berkebun atau mencuci piring? Selain itu, berolahraga juga bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan hormon ini.

hormon bahagia ibu rumah tangga dalam beraktivitas fisik    

Ketika seorang ibu bahagia tentu berdampak pada kondisi keluarga. Kok bisa? Karena ibu poros utama dalam merawat keluarga. Kalau ibu tak nyaman dalam merawat, tentu anak juga akan merasakan ketidaknyamanan. Begitu juga saat menjalankan peran sebagai istri. Jika aura positif kurang terpancar akan terasa menggelisahkan setiap aktivitas suami. 

Kesimpulan

Ternyata ada kaitannya antara menjalankan peran sebagai istri atau ibu yang bahagia dengan produktif. Kalau kata Bunda Euis, saat istri atau ibu bahagia, keluarga akan harmonis. Sebab anak suami bahagia hingga dapat tingkatkan produktivitas suami. Bukan cuma istri yang produktif tapi suami juga. Jelas dong, tak ada omelan yang mempengaruhi pekerjaan suami. 

Bahagia menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang penting diupayakan dari dalam rumah. Semua personel dalam rumah akan merasakan pancaran kebahagiaan. Yuk, luruskan niat untuk gapai bahagia dalam menjalankan peran saat ini. Bagaimana menurut teman-teman?


April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar