Liburan Seru di Monumen Kapal Selam Surabaya

Anak-anak cenderung suka dengan liburan, bagaimana dengan orang tua? Ketika anak full di rumah, terkadang bingung dalam mengisi aktivitas yang biasanya dihabiskan di sekolah. Momen liburan bagi anak yang bersekolah formal adalah saatnya pendidikan orang tua berperan utuh. 

Usai pandemi selama kurang lebih dua tahun, momen liburan ke luar rumah menjadi salah satu hal yang dinantikan. Kalau teman-teman merasa seperti itu juga, mari kita merapat bareng!

liburan seru di wisata edukasi monumen kapal selam surabaya

Momen Libur Sekolah Anak

Anak mulai masuk sekolah di Taman Kanak-kanak di bulan Juli tahun lalu. InsyaAllah sesuai dengan usianya 5 tahun, agar anak belajar bersosialisasi bersama teman sebaya.

Setelah mengikuti aktivitas si sekolah selama satu semester, saatnya pekan liburan telah tiba. Sekolahnya memberikan waktu libur selama dua pekan. Alhamdulillah liburnya lumayan lama. Jadi muter otak juga dalam mengisi aktivitas harian selama di liburan.

Kita bisa mengisi ragam aktivitas di rumah. Aktivitas harian saat masuk sekolah pun sebaiknya tetap berjalan seperti biasa. Mulai dari jam bangun pagi atau jam tidur malam. Harapannya agar tidak kesulitan menyesuaikan kembali ritme saat masuk sekolah.

Ragam Aktivitas Liburan di Rumah

Saat liburan belum bisa pergi jauh dari rumah, kita bisa memaksimalkan aktivitas menyenangkan bersama anak di sekitar rumah. Apalagi pandemi kemarin, membuat kita beradaptasi untuk lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. 

Saya mencari referensi ide bermain dengan membaca akun Instagram parenting. Selain itu, membaca artikel parenting atau tulisan mom blogger tentang ide aktivitas liburan selama di rumah. Hal itu cukup membantu saya dan anak selama beberapa hari liburan untuk menikmati waktu di sekitar rumah. Beberapa aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan dengan anak, antara lain:

Jalan kaki atau olahraga ringan

Anak-anak yang butuh stimulasi motorik, biasanya senang jika diajak beraktivitas fisik. Berjalan kaki atau olahraga ringan sambil melihat video anak-anak di Youtube, bisa menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan.

Menjelajah alam sekitar

Anak usia dini yang sedang dalam tahap keingintahuan yang tinggi, biasanya tidak bisa menolak jika diajak bereksplorasi. Menjelajah alam sekitar, mengamati lingkungan atau mengajaknya melakukan misi tertentu di sekitar lingkungan rumah. Misalnya mengambil daun dengan bentuk berbeda, mengamati hewan kecil, mengumpulkan bebatuan atau ide bermain di alam lainnya.

aktivitas liburan anak di rumah

Merealisasikan ide bemain minim budget

Bermain dengan bahan yang ada di rumah dan minim budget, tetap akan mengasyikan lho. Misalnya saja bermain busa, kreasi dari kardus, memanfaatkan kulit telur atau lainnya. Biasanya kita akan lebih kreatif kalau kepepet, eh.

Kemah-kemahan

Kalau belum bisa camping atau berkemah secara sungguhan, kita bisa mengajak anak bermain kemah-kemahan di dalam rumah. Anak usia dini biasanya tertarik dan senang dengan kemahkemahan. Jika belum mempunyai tenda, kita bisa modifikasi dengan menggunakan selimut.

Wisata virtual

Saat anak kita izinkan screentime di waktu liburan, kita bisa menonton tayangan yang edukatif. Selain itu, kita bisa melakukan jelajah wisata secara virtual juga. Tentu dengan memerhatikan durasi screen time. 

Bagaimana Jika Bosan Liburan di Rumah?

Mungkin pandemi membuat sebagian orang bosan di dalam rumah. Liburan sekolah menjadi suatu momen untuk refreshing ke luar rumah. Jika ingin berlibur ke luar rumah atau luar kota, maka perlu perancanaan dulu.

Hal hal yang perlu direncanakan seperti budget, lokasi, transportasi, kesehatan dan tujuan dari berlibur. Tujuan berlibur menjadi salah satu hal penting karena menentukan lokasi liburan yang akan dikunjungi. Beberapa alternatif lokasi yang dapat dijadikan tujuan liburan antara lain:

  • Wisata alam.
  • Perpustakaan.
  • Ruang terbuka hijau.
  • Mall.
  • Museum atau monumen.

Home education saat liburan, porsinya lebih banyak daripada saat anak bersekolah. Liburan bisa menjadi momen mendidik anak secara berkesan. Bisa dengan eksplorasi aktivitas di rumah ataupun ke luar rumah. Contoh aktivitas ke luar rumah seperti silaturahmi atau mengunjungi wisata edukasi. Hal itu bisa sebagai kesempatan belajar dan bermain anak tanpa tersekat ruang kelas. 

wisata edukasi anak dengan ekplorasi alam

Pengalaman Berlibur ke Monumen Kapal Selam Surabaya

Berlibur pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, kami sudah merencanakan ke Surabaya. Tujuan utama adalah mengunjungi orang tua saya. Alhamdulillah mereka masih diberi kesehatan oleh Allah.

Setelah sekian lama belum ke Surabaya, anak saya senang sekali bisa berlibur ke sana. Semakin bertambahnya usia, dia semakin kritis bertanya segala hal.

“Kenapa harus ke Surabaya? Kok aku nggak tinggal di sana?”

“Mau naik apa ke Surabaya? Mobil? Kereta? Perjalanannya lama ya?

Masih ada deretan pertanyaan lain yang diajukannya. Saya perlu berhatihati dalam merespon setiap pertanyaannya. MasyaAllah, sungguh menantang.

Tujuan lain selain melepas rindu dengan orang tua adalah mengunjungi tempat wisata yang banyak tersebar di Surabaya. Liburan kemarin, salah satu tempat wisata yang dituju adalah monumen kapal selam alias monkasel.

Anak saya sedang suka dengan aneka macam mainan atau gambar kendaraan, seperti truk, mobil, tank, pesawat, kapal, dan jenis kendaraan lainnya. Mulai dari kendaraan yang berukuran kecil atau besar, menjadi perhatiannya. Jadi ketika diajak untuk melihat monumen kapal selam, tentunya dia senang sekali.

Dari rumah orang tua menuju monkasel, kami menaiki sepeda motor karena lebih mudah dijangkau dari rumah. Monkasel yang berada di Jalan Pemuda no. 39, Embong Kaliasin, kecamatan Genteng. Terletak bersebelahan dengan Delta Plaza dan tidak jauh dari Alun-Alun Surabaya. 

Sekilas tentang Monkasel

Monumen ini menjadi salah satu tanda bahwa kota Surabaya memiliki sejarah kemaritiman yang kuat. Monkasel menampilkan kapal selam sungguhan yaitu KRI Pasopati 410. Monumen kapal selam Surabaya diresmikan dan dibuka untuk umum pada tahun 1998. Tujuan pembangunan monumen adalah mengenang perjuangan operasi Trikora (Tri Komando Rakyat), saat melawan Belanda di Irian Barat.

Keseruan di dalam Monumen Kapal Selam

Anak sudah tidak sabar untuk memasuki kapal selam sungguhan. Usai memarkir sepeda motor, kami membeli tiket di loket sebelum gerbang masuk. Harganya Rp 15.000. Jam operasional monumen ini adalah 08.00-21.00

Begitu masuk, kami disambut oleh penjaga di dalamnya untuk memeriksa tiket. Anak saya takjub banget melihatnya karena memang asli di dalamnya. 

Penjaga monumen tersebut menjelaskan bagian dari kapal dan menyampaikan bahwa akan ada pemutaran film tentang monumen kapal selam jam 10. Saat itu kami datang sekitar jam 9. Monumen kapal selam ini terdapat tujuh ruangan. Masih ada lumayan banyak waktu untuk menjelajah tiap ruangan kapal selam.

liburan seru ke tempat wisata keluarga di monkasel surabaya

  • Ruangan pertama adalah ruang haluan torpedo.
  • Ruangan kedua adalah lounge room perwira. Berfungsi sebagai ruang makan dan tempat bekerja.
  • Ruangan ketiga adalah ruang pusat informasi dan pengoperasian tempur.
  • Ruangan keempat adalah lounge room bintara dan dapur.
  • Ruangan kelima adalah ruang diesel, pesawat bantu dan pengendaliannya.
  • Ruangan keenam adalah ruang motor listrik penggerak kapal.
  • Ruangan ketujuh adalah ruang torpedo buritan, Berfungsi untuk kendali penyerangan atau menghindar dari musuh.

Anak saya sempat terheran dan banyak tanya di dalam monumen. Memegang berbagai macam peralatan di kapal selam yang menarik perhatiannya. Sempat melihat teropong yang mengarah ke jalan raya walaupun buram.

Anak sempat meragukan kapal sebesar itu beneran menyelam di laut. Hihi. Saya juga kagum dengan komitmen para tentara yang berjuang di dalam kapal selam. Membayangkan hari-hari di dalam kapal selam menjadi perjuangan mereka tersendiri, MasyaAllah, barakallah.

Saat menyusuri tiap ruangan, anak saya smpat khawatir dan menunjukkan rasa takut. Ada beberapa ruangan yang agak remang dan di beberapa tempat terdapat pajangan foto para pahlawan. Di dalam monumen kapal selam tersebar pendingin ruangan, jadi tidak terlalu pengap dengan pengunjung yang lumayan ramai saat liburan akhir tahun.

Kita bebas eksplorasi ruangan dan beberapa peralatan ada himbauan peringatan. Tujuannya agar saling menjaga dan tidak merusak fasilitas monkasel itu. Usai asyik eksplorasi dalam kapal selam, kami ke luar kapal sambil menunggu jam tayang pemutaran film. 

Durasi pemutaran film sekitar 15 sampai 30 menit, saya lupa tepatnya. Suasananya dibuat seperti menonton bioskop, semua lampu dimatikan. Namun, tempat duduknya memang tidak terlalu berundak sehingga harus gerak cepat cari tempat duduk yang bisa menonton.

Monumen kapal selam ini memiliki fasilitas umum seperti lahan parkir, sarana bermain, toilet umum, warung penjual makanan minuman, lapangan luas, kolam renang dan gedung teater pemutaran film. Di samping monkasel, ada wisata susur Sungai Kalimas yang beroperasi pada sore hingga malam hari.

Anak sempat meminta naik perahu, tetapi kan belum jadwalnya jalan. Sewaktu berjalan ke tempat parkir masih bercerita tentang aksi heroik para pahlawan yang ada di film. Katanya ingin kembali lagi ke monkasel suatu hari nanti. 

Penutup

Saat liburan memang waktu berharga orang tua untuk melakukan home education sesuai fitrah anak secara utuh. Kalau pun ingin ke luar rumah, kita dapat fasilitasi aktivitas wisata yang mengedukasi. Mengunjungi museum, seperti monumen kapal selam Surabaya tidaklah membosankan dan dapat menjadi aktivitas seru bagi anak. 


April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Jika ingin menjalin kerja sama, dapat dihubungi melalui april.safa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar