Tafsir An Naba' Ayat 1-10

Sedikit catatan yang berbekas di notes saya ketika Jalasah Ruhiy di Musholla SDIT Al Uswah Surabaya, tentang tafsir An Naba' dari Ibnu Katsir.
Surat An Naba' termasuk dalam surat Makiyah yang sebagian besar membahas mengenai aqidah.

# Ayat 1 ~ Allah mengingkari kaum musyrik yang tidak percaya hari kiamat. Kaum musyrik itu tegak di atas kekufuran. Mereka yang menganggap bahwa hari kiamat tidak bisa dirasionalkan serta menganggap hari kiamat itu tidak ada. Padahal jika kita menganggap sesuatu itu ada bukan berarti harus bisa terlihat secara fisik, misalkan saja kita menganggap angin itu ada karena kita bisa merasakannya. Jadi angin itu ada kan?

#Ayat 2 ~ Bahwa hari kiamat merupakan info yang mengejutkan dan orang bertaqwa percaya adanya hari kiamat.

#Ayat 3 ~ Keberadaan dan datangnya hari kiamat menjadikan mereka berselisih pendapat. Mereka berselisih satu sama lain, di antara mereka ada yang mendustakan Rasul dan hari kebangkitan sebagaimana dalam surat Al An’am ayat ke 29 : “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”, dan diantara mereka ada yang ragu-ragu sehingga mengatakan : “Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)” {Al Jatsiyah 32}. 

# Ayat 4-5 ~ Allah memberi peringatan keras kepada orang-orang kafir yang mengingkari hari kiamat, "Jangan begitu, mereka suatu saat akan mengetahui."

# Ayat 6 ~ Logikanya, bagi Allah untuk mendatangkan kiamat itu adalah hal yang mudah. Allah bisa menunjukkan kekuasaanNya dengan mudah yaitu mendatangkan kiamat di hamparan bumi.

# Ayat 7 ~ Sesungguhnya gunung-gunung adalah pasak dari bumi.

# Ayat 8 ~ Allah sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Dan bukankah Allah jadikan segolongan laki-laki dan juga perempuan bagi kalian agar supaya berkembang biak dan memperbanyak keturunan?

# Ayat 9 ~ Dengan tidur, Allah mengistirahatkan tubuh kita. Seorang kader dakwah harus memiliki kebugaran fisik, fikrah dan ruhiyah. Kesempuranaan dakwah itu tegak di atas tiga kebugaran tersebut.

# Ayat 10 ~ Allah menciptakan malam yang diibaratkan sebagai pakaian yang menutupi semua aktivitas. Idealnya istirahat untuk memberikan peluang fisik kita melakukan revitalisasi.


Semoga coretan saya bermanfaat. Ada tambahan dan perubahan dari tafsirweb.com. Semoga berkenan :) 

Post a comment

0 Comments