Al Quran Sebagai Solusi

Ibarat diberi suatu barang berharga pasti akan disayang sepenuh hati. Lalu bagaimana jika barang berharga itu adalah Al-Qur'an? Sudahkah "menyayangi" dan memuliakan Al-Qur'an bukan hanya sekedar fisiknya?

Sempat jadi bahasan bersama suami dengan membaca tafsir Ibnu Abbas  bahwa Al-Quran diturunkan di bulan yang mulia yaitu ramadhan. Dalam surat Al Baqarah ayat 185 diterjemahkan sebagai berikut: "Bulan Ramadhan adalah bulan yang (di dalamnya) diturunkan Al-Quran...."

Dijelaskan juga di dalam surat Al Qadr ayat 1, dengan terjemahannya seperti ini: 
"Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an pada malam kemuliaan (Lailatu qadr)."

Tapi kenapa masih ada orang yang kurang memuliakan? Kenapa kok melakukan physical distancing? Mulai dari tidak mau membaca, tidak mau belajar makna, memahami tafsir apalagi mengamalkan dan mengajarkan atau malah meragukan Al-Quran.

Saat mendengar tausyiah dari KH. Mahmud Mahfudz, Lc MH pada hari Ahad kemarin, dibahas tentang Solusi Al-Quran dalam menghadapi wabah Corona (10/5). Mengapa masih ada yang belum  terbuka hatinya untuk membaca Al-Quran? Padahal di dalam surat Toha ayat 1-4 dijelaskan tentang Al-Quran untuk keselamatan manusia.

1. Thaha.
2. Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.
3. melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
4. diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

Dijelaskan di tafsir Al Muyassar bahwa Allah tidak menurunkan Al-Quran kepadamu (Rasul) agar menjadi susah meski karen tidak mampu mengamalkannya. Tapi Al-Quran diturunkan sebagai nasehat agar dapat mengambil pelajaran dari orang yang takut siksaan Allah lalu menghindari dan berusaha menjalankan kewajiban, menjauhi larangan Allah. Al-Quran adalah salah satu bekal amalan untuk di dunia maupun di akhirat. Al-Quran diturunkan Allah yang telah menciptakan bumi dan langit tinggi.

Sehingga ada 4 sikap kepada Al-Quran, antara lain mempelajari, memahami, mendengar dan mencintai. Jika tidak mau melakukan keempat sikap di atas, seperti penjelasan surat Taha ayat 124-127.

124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."
125. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
126. Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."
127. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.



Apa solusi Al-Quran dalam wabah seperti ini? Ada dua solusi yaitu secara lahiriah dan batiniah, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Lahiriah yaitu secara fisik. Mengikuti aturan pemerintah yang surah ditetapkan. Seperti mengikuti sunnah Rasul. 
Barangsiapa yang berdiam di rumah saat wabah, sabar dan tulus dengan ketetapan Allah maka saat dia di rumah dan meninggal akan mendapati mati syahid.
2. Batiniah yaitu secara ruhiyah atau religius. Menganggap wabah ini adalah ujian dari Allah. Menerima dengan sepwnuh hati, tawakal. Menganghap segala sesuatu yang terjadi karena ketetapan Allah. Sehingga hal itu dapat menjadi mengimani qodho dan qodar. Beriman dengan ketetapan dan ketentuan yang baik maupun yang kurang baik/kurang disukai. Saat keadaan kurang disukai itu bisa jadi lebih baik dari pandangan Allah karena lebih mengetahui.

Selain itu meningkatkan interaksi dengan Al-Quran karena Al-Quran adalah obat hati dan fisik. Jika sebagai obat fisik, banyak yang membuktikan bahwa Al-Quran dapat meningkatkan kualitas tidur hidup seseorang. Ada kisah juga bahwa saat itu surat Al-Fatihah sebagai obat dari sengatan kalajengking. Al-Quran sebagai obat hati, tertulis firman Allah dengan terjemahan sebagai berikut:
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Semoga saat benar-benar mengimani Al-Quran, dapat menjadikan cinta pada kitab Allah yang paling sempurna, lebih dalam lagi. Semoga Allah beri kesempatan untuk memahami bahwa Al-Quran memang solusi kehidupan manusia.

Sumber:
-muslim.or.id
-tafsirweb.com

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-12

Post a Comment

0 Comments