3 Cara Menggali Misi Spesifik Diri

Tuliskan rancangan misi hidup atau misi keluarga di atas kertas. Agak keder juga saat mendengar pernyataan Ustadz Harry Santosa dalam penutup kuliah online fitrah based life dengan materi Finding Your Mission of Life atau Finding Your Family Mission of Life. Karena pengertian misi dalam fitrah based life ini berbeda dengan istilah umum yang beredar. Meskipun kami sudah merancang tapi perlu direfresh atau malah update tentang misi spesifik diri hingga misi keluarga. 

Misi adalah tugas, alasan kehadiran. Inti dari misi hidup adalah tugas khusus dan alasan kehadiran hidup di dunia ini. Di awali sebagai titik kesadaran dan pertaubatan dalam rangka menyeru kebaikan atau melakukan perubahan yang Allah ridhai dalam satu bidang kehidupan. Tentu saja harus spesifik dari khalifatullah fil ard. Sedangkan istilah umum yang beredar, misi adalah langkah penjabaran dari visi. Hal itu jelas berbeda dengan penjabaran Ustadz Harry Santosa.  

Jika berdasarkan timeline misi hidup. Saat ini, aku di usia antara 15-40 adalah masa menemukan misi hidup, masa ujian obsesi versus misi. Ada do'a pengharapan saat berada di rentang usia tersebut. 

Di surat Al-Ahqaf ayat 15 dengan terjemahan sebagai berikut: 
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

Lalu bagaimana caranya merancang misi hidup? Pertanyaan ini mengingatkanku pada materi kelas belajar jadi istri bersama Teh Febrianti Almeera. Ada 3 cara menggali misi spesifik diri:
1. Amati potensi atau keunggulan diri
Ada beberapa tools psikologi yang bisa digunakan. Salah satunya talents mapping assessment yang pernah aku coba. Namun secanggih apapun teknologi untuk mengetahui bakat atau potensi ini tidak bisa 100% menggantikan ketajaman hasil pengamatan manusia. Seperti tulisan-tulisan sebelumnya bahwa Allah itu sudah menginstal bakat atau sifat unik bawaan sejak lahir. Beberapa hal yang bisa diamati sebagai potensi adalah saat merasa enjoy, mudah dan excellence saat mengerjakan.
2. Ketertarikan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat
Ada orang yang tertarik dengan dunia pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, pangan, politik, hukum, dunia perempuan, kesenian dan lainnya. Pastilah setiap orang akan berbeda. Jika tertarik dengan suatu permasalahan, bisa jadi itu adalah misi spesifik pribadi.
3. Latar belakang keluarga besar terutama ayah dan ibu
Keluarga menjadi salah satu sebab munculnya potensi diri karena kebiasaan hidup. Mungkin jika diamati ada kecenderungan kultur keluarga, bisa menjadi jalan menemukan misi spesifik diri. 

Saat menggali misi spesifik diri menjadi misi hidup, tentu berkaitan dengan peran dari 8 aspek fitrah. Ada catatan juga dari Ustadz Harry Santosa tentang karakteristik misi hidup antara lain berorientasi ke langit bukan obsesi, memanggil-manggil (inner voice), melahirkan keberanian dan ketenangan, bermanfaat, spesifik pada suatu bidang, mulia, abadi yang tak kenal pensiun, bukan sekedar diawali dari latar belakang pendidikan/profesi/bisnis. Menuliskan ini untuk mengikat makna, semoga Allah beri kemudahan dalam perjalanan hidup.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-11


Post a Comment

0 Comments