5 Resep Happy Life Based on Fitrah

Akhir-akhir lebih suka merenungi dan mempertanyakan diri. Menjelang dan saat ramadhan ini, rasanya banyak kontemplasi diri. Apa mungkin efek ikut kuliah online fitrah based series yang dibawakan oleh Ustadz Harry Santosa? Entahlah, hanya berharap Allah menuntun dan menyadarkan jalan yang tepat untukku.

Sedihnya tadi tertinggal materi seri kedua fitrah based life tentang What is The Mission of Life. Ada pengumuman kemarin tapi terlewat untuk buka channel telegram. Baru lihat tadi pagi saat mau berangkat ke pasar. Hari ini ke Pasar Besar Madiun setelah kurang lebih dua minggu lalu tidak pergi ke kota. Betah ya? Dibuat betah aja.

Situasi yang seperti ini dan setelah assessment talent mapping di awal ramadhan, jadi merasa saling berkaitan. Melakukan assessment talent mapping bagian dari mengetahui salah satu klasifikasi fitrah yaitu bakat. Bahwa aku ada bakat connectedness, meski tidak kuat tapi jadi senang menghubung-hubungkan kejadian satu dengan lain. 

Senang mengaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lain untuk diambil hikmhanya. Dijelaskan bahwa pemilik bakat itu menganggap bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini. Selalu berhati-hati dalam bertindak atau berucap yang sekiranya berdampak pada orang lain.

Almarhum Ustadz Harry Santosa membagikan e-jurnal berjudul Ramadhan Happy Life based on Fitrah Challenge 1441H sebelum ramadhan. Jurnal yang berisi refleksi untuk memandu pencapaian target ramadhan. Harapannya, saat satu syawal dan kembali ke fitrah. Untuk mencapai happy life based on fitrah diawali dengan 5 tahap tazkiyatun nafs atau pensucian jiwa.

Resep Happy Life based on Fitrah

Apa saja 5 resep hidup bahagia based on fitrah, menurut Ustadz Harry Santosa?

1. Mu'ahadah

Merenung (reflecting and contemplation), mengenang maksud dan tugas.  penciptaan kita di dunia. Di tahap ini, mengusahakan untuk menyadari dan mengakui dengan sepenuhnya. Semoga Allah mudahkan.

2. Muroqobah

Mendekat kepada Allah dengan sedekat dekatnya agar diberikan qoulan sadida, meminta dengan sedahsyat permintaan agar ditunjukkan jalan hidup atau misi hidup. 
Mengusahakan beramal menurut bakat atau passion, meski harus melakukan yang tidak sesuai, sesungguhnya Allah yang paling tahu, siapa yang paling benar jalannya. Tertulis di surat Al Isra ayat 84: Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

3. Muhasabah

Tracking kehidupan selama ini. Apa yang telah diperoleh, baik yang Allah berikan melalui orangtua maupun pada diri kita. Bersyukur untuk menggali maksud Allah di balik ini semua. Lalu melihat setiap dimensi hidup (8 fitrah: spiritual life, worklife, family life, social life, health life dstnya), mana yang belum tumbuh baik, mana yang akan digunakan sebagai misi hidup.

4. Mu'aqobah 

Menemukan hal hal yang menghambat dan cara untuk merelase atau menghilangkannya (getting unstuck). Penghambat fitrah bisa berupa dosa dosa baik kecil maupun besar, bisa juga berupa obsesi dunia, amarah atau dendam. Astagfirullah, harus banyak bertaubat, memaafkan dan menghilangkan penghalang itu. Semoga Allah mengampuni

5. Mujahadah 

Mengusahakan untuk bersungguh-sungguh merancang masa depan, merancang  sesuai misi hidup atau merancang hidup bahagia sesuai fitrah.

Menuliskan hal itu, bukan berarti aku sudah sempurna dalam mengamalkan. Aku masih tahap belajar, berusaha dan  berharap Allah memberi keberkahan serta kemudahan untuk mengamalkan. Semoga bisa tercapai happy life based on fitrah.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (TQS. Al-Hasyr ayat 18)

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-6

Post a Comment

0 Comments