Lebih Dekat Tentang Fitrah dan 8 Klasifikasi Fitrah

Akhir-akhir ini melihat postingan beberapa orang tentang fitrah manusia. Mengaitkan antara pandemi Covid -19 ini dengan bulan ramadhan untuk kembali ke fitrah. Seperti berpuasa, mengembalikan fitrah fisik manusia atau fitrah menahan hawa nafsu. Sebetulnya apakah fitrah itu? Pernah aku tulisankan di postingan sebelumnya. Tapi akan kujabarkan lagi hasil catatan dari kuliah online fitrah based series.

Di series fitrah based education pertemuan pertama, membahas tentang What is Fitrah dan Classification of Fitrah bersama Ustadz Harry Santosa. Fitrah sendiri disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak 28 kali. Salah satunya adalah di surat Ar-Rum ayat 30 yang terjemahannya adalah sebagai berikut:
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Dalam tafsir Al Muyyasar dijelaskan bahwa Allah menjadikan fitrah mereka di atas keislaman; kalaulah bukan karena halangan yang menghalanginya sehingga mereka tetap dalam kekafirannya. Hal ini selaras dengan hadits Abu Hurairah dalam kitab shahih Muslim, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Tidak ada anak yang dilahirkan melainkan ia terlahir dalam keadaan fitrah, namun kedua orangtuanya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." 

Ada juga penjelasan hadits dalam Musnad dari ‘Iyadh bahwa Rasulullah berkhutbah pada suatu hari dengan mengatakan dalam khutbahnya, menghikayatkan dari Allah: "Sungguh Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semua di atas jalan yang lurus, namun setan-setan mendatangi mereka dan menyesatkan mereka dari agama mereka, dan Aku haramkan atas mereka apa yang telah Aku halalkan bagi mereka."

Fitrah sendiri cenderung menerima kebenaran. Ibaratnya jika hewan secara lazim mempunyai naluri, maka manusia mempunyai fitrah yang akan diikutinya, begitu juga benda yang lazimnya berupa watak. Sehingga sebagai pendidik, orang tua, murabbi sebaiknya mengikuti fitrah yang ditetapkan Allah dengan panduan kitabullah yaitu Al-Qur'an dan As Sunnah. Sesungguhnya fitrah itu tidak akan mengalami perubahan, hanya tertutupi atau terabaikan yang disebabkan karena lalai atau obsesi dunia. Jika fitrah tumbuh sempurna maka akan mudah menerima kitabullah.

Pengelompokan fitrah manusia ada 8. Apa saja klasifikasinya? 
1. Fitrah Keimanan
Fitrah ini telah terinstal di alam ruh dengan melakukan persaksian bahwa Allah adalah Rabb. Fitrah ini yang menerima tauhid, kesucian, keimanan serta kitabullah untuk menyempurnakan akhlak. 
2. Fitrah belajar dan bernalar
InsyaAllah setiap anak yang lahir mempunyai keinginan dalam proses belajar, misal sejak bayi hingga bisa berjalan, makan sendiri dan seterusnya. Interaksi terbaiknya adalah alam. Sehingga tujuan peran yang dicapai adalah memakmurkan dan melestarikan alam, bagian dari rahmatan lil alamin.
3. Fitrah bakat dan kepemimpinan
Setiap anak yang lahir mempunyai sifat unik masing-masing. Peran yang dicapai nantinya adalah sebagai solution maker.
4. Fitrah seksualitas dan cinta
Setiap anak terlahir dengan jenis kelamin lelaki atau perempuan. Jika lelaki akan berkembang lebih banyak sifat maskulintasnya, sedangkan perempuan akan tumbuh dan berkembang sifat feminitasnya.
5. Fitrah estetika dan bahasa
Fitrah ini bukan hanya dari segi seni tapi juga keindahan dalam mendengar, melihat, bertutur, bersikap dan ruhnya yang bermuara pada Allah.
6. Fitrah individualitas dan sosialitas
Individualitas tumbuh di bawah usia 7 tahun, setelahnya adalah fitrah sosialitas. Di bawah 7 tahun, anak belum mempunyai tanggung jawab moral dan sosial. 
7. Fitrah jasmani
Fitrah tentang kesehatan fisik, berkaitan juga dengan asupan sehat dan pola hidup sehat.
8. Fitrah perkembangan
Fitrah ini secara umum terdiri dari dua jenis yaitu sebelum aqil baligh yaitu usia 0-14 tahun dan sesudah aqil baligh di usia lebih dari 15 tahun. Aqil baligh adalah pembeda antara anak dan dewasa.

Setiap anak yang terlahir memiliki 8 klasifikasi fitrah untuk ditumbuhkan. Tujuannya untuk mencapai peran peradaban dengan adab yang mulia. Saat fitrah anak dan orang tua telah tumbuh, insyaAllah akan mudah menerima kebenaran. Ramadhan ini bisa menjadi sarana menumbuhkan fitrah-fitrah tersebut.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-8

Post a comment

0 Comments