Mengenali 3 Fase Tujuan Menulis

Pada awalnya, berpikir menumbuhkan keingintahuan.
Keingintahuan melahirkan perbuatan.
Dan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang, membentuk kebiasaan.
- Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah -

Berharap dari mengikuti tantangan menulis 20 hari non stop ini dapat membentuk kebiasaan untuk rutin meramaikan blog kembali. Quote dari Ibnul Qayyinm Al Jauziyah menggambarkan kondisi di hari ke-20 challenge ini. Kondisi menjalankan tantangan berkarya selama ramadhan di blog pribadi (BERSEMADI). Satu hari sebelumnya masih ragu untuk ikut challenge BERSEMADI ini. Tapi memang dasarnya enjoy menulis dan merasa ditantang kalau 1 hari terlewat akan gugur.

Nyatanya, challenge BERSEMADI yang diadakan oleh forum lingkar pena (FLP) Surabaya benar-benar menantang diri banget. Apalagi di bulan ramadhan yang katanya harus fokus mengisi hari-hari dengan berbagai ibadah. Bulan ramadhan memang patut disebut dengan bulan ibadah. Setiap amalan kebaikan akan dijanjikan mendapat ganjaran yang luar biasa dibanding bulan lainnya. MasyaAllah, sungguh Allah Mahapemurah. Jadi rasanya sayang banget kalau melewatkan ramadhan, menyia-nyiakan kesempatan berbincang mesra dengan Allah.

Hal itu, tentu membuatku sempat berpikir ulang untuk ikut challenge BERSEMADI ini. Bagaimana nanti membagi waktu untuk beribadah dan menulis? Tapi bukankah semuanya berawal dari niat. Ikut challenge ini sambil menggali niat dalam diri tentang tujuan menulis. Apa niat utama untuk ikut tantangan menulis?  Motivasi terbesar apa yang akhirnya mengusahakan untuk konsisten menulis 20 hari? Apa tujuan jangka panjang dalam menulis?

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya...." (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Hadits di atas mengingatkan tentang niat  dalam melakukan amal atau perbuatan. Meniatkan menulis ini bagian dari ibadah. Dari menulis, aku ingin menyampaikan secara tertulis tentang hal-hal yang sudah aku dapat atau aku pelajari. Dari situ, aku lebih introspeksi dan menggali konsep diri.

Tujuan lainnya agar lebih mengingat dan setidaknya memantapkan untuk mempraktekkan ilmu yang masuk dalam diri. Semoga tujuan tersebut dapat bernilai ibadah di hadapan Allah. Selain itu, lebih melatih untuk menulis artikel yang baik di blog sendiri. 

Setelah challenge ini selesai, ingin sekali untuk tetap merawat blog dengan menampilkan tulisan-tulisan. Semoga bisa terealisasikan, meskipun tidak setiap hari tapi minimal sepekan sekali. Semoga bisa membagi waktu juga untuk merawat blog pribadi dan sebagai kontributor laman website Mommiesharing. Memang, saat berada dalam lingkaran yang seirama bisa mendukung dan memotivasi. Jika sendirian tentu butuh motivasi dan niat yang kuat agar bisa terealisasikan.




Tentang motivasi dan niat menulis ini, jadi teringat materi kelas jadi buku bersama Mas Ahmad Rifa'i Rif'an. Dijelaskan bahwa ada 3 fase tentang tujuan menulis dalam kecerdasan kata, yaitu:
1. Bertujuan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari bisa dipastikan membutuhkan ketrampilan menulis dasar. Tujuannya untuk mengikat ilmu, berekspresi dan sebagainya.
2. Digunakan untuk memantapkan profesi
Di fase ini, menulis digunakan untuk menekuni suatu bidang profesi yang berkaitan dengan merangkai kata. Contohnya seperti editor, wartawan, alih bahasa dan lainnya.
3. Untuk mengembangkan diri
Di fase terakhir ini menjadikan menulis dengan tujuan mengenali diri, sebagai sarana revolusi pribadi baru. Lebih bijak dalam menghadapi masalah dengan mempunyai cara pandang baru.

Hari ini challenge BERSEMADI selesai, apa tujuan menulis selanjutnya? Semoga bisa menghasilkan karya pribadi dalam bentuk buku cetak.



#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-20


Comments

Popular posts