Menumbuhaktifkan Gerak Fitrah Jasmani

Sebungkus kresek hitam, membuatku penasaran untuk membukanya. Nampak sebuah ring dan bola basket mainan terbungkus plastik. Jelas menimbulkan tanya karena baru saja suami membelikan sebuah bola. Lalu beli ring yang sepaket dengan bola.

Aku: Kok beli bola lagi? Nggak bisa ringnya saja?
Suami: Iya, ternyata sebungkus. Jadi beli sekalian. Kapan hari waktu beli bola saja, nggak tahu kalo ada yang sepaket seperti ini.
Aku: Oh, ya sudah habis ini tinggal dipasang dan siap-siap temani dia main ya.
Suami: Hmm iya nggak ya (menggoda)

Percakapan itu, berawal dari tingkah unik jagoanku yang suka melempar-lempar barang, tidak sesekali, hampir setiap hari. Waktu itu, aku belum sadar betul, hanya menegur dan berulang terus. Sampai akhirnya, Allah membuka pikiran dari kata-kataku sendiri.

Benda yang digunakan untuk dilempar itu bola. Terus kepikiran, kenapa kok nggak sediakan bola saja daripada sampai berbusa melarang main lempar-lempar? Sepertinya akan berulang terus karena dia juga senang dapat perhatian.

Mengalami itu, rasanya dejavu. Pernah mendengar pertanyaan dari salah satu peserta kajian yang diadakan bengkel diri. Saat itu narasumbernya adalah Mbak Elfira Mahda, salah satu alumni dari kelas Enlightening Parenting. Peserta tersebut mengeluhkan anaknya yang senang melempar-lempar barang di sekitarnya ke arah atas.

Pertanyaan tersebut mendapat tanggapan dari Mbak Elfira bahwa si anak senang mendapat perhatian saat melakukannya. Sedangkan saat melakukan tingkah yang santun, kemungkinan si ibu kurang memperhatikan dan memuji. Lalu Mbak Elfira menyarankan untuk menyisipkan ilmu tentang gravitasi saat anak bermain lempar-lempar. MasyaAllah, insight baru. Semoga Allah mengalirkan amal jariyah ke Mbak Elfira sekeluarga.

Dari nasihat yang kuingat itu, akhirnya aku dan suami memfasilitasi anak bermain lempar-lempar. Bermain lempar bola basket sambil melatih fisik dan menumbuhkan minat olahraga. Manfaatnya bukan cuma untuk anak, tapi juga aku dan suami agar tetap bergerak di luar ruangan. Meski bermainnya hanya di halaman rumah.

Raise your child, raise your self. Kalimat penyemangat saat belajar fitrah based series dari Ustadz Harry Santosa. Saat mendidik anak sesuai fitrah maka akan tumbuh juga fitrah ayah dan bunda. Ketika proses menumbuhkan fitrah anak, insyaAllah kami sebagai orang tua akan merasakan fitrah kembali bersemi.

Tentu saja saat berusaha menumbuhkan fitrah jasmani melalui gerak fisik olahraga, kami juga mencontohkan berolahfisik terlebih dahulu. Saat itu, terasa bahwa fitrah jasmani kami juga tumbuh aktif bergerak dengan mendampingi anak. Bagaimana jika anak ingin bergerak aktif jika orang tua tidak memberikan contoh?

Ada salah satu fitrah dari 8 klasifikasinya yang berkaitan dengan fisik dan kesehatan. Fitrah tersebut adalah fitrah jasmani. Fitrahnya setiap anak dengan fisik yang suka bergerak aktif dan panca indra yang suka berinteraksi dengan bumi dan kehidupan. Fitrahnya anak senang dengan asupan makanan sehat. Setiap indra anak akan merasakan senang menerima input yang bahagia dan menenangkan.

Dari paparan Ustadz Harry Santosa bahwa anak yang aktivitas geraknya terfasilitasi, insyaAllah fitrah belajar, bernalar dan fitrah lainnya akan tumbuh bersamaan dengan fitrah fisiknya. Fisik juga yang akan memengaruhi aktivitas yang akan dijalankan sebagai hamba Allah (khalifatullah fil ard). 

Fitrah jasmani ini nantinya akan menjadi health maker saat menjalankan misi hidup. Jika dibuat skala kesehatan, maka seharusnya bisa mengukur diri. Seberapa sehat dan bugar dalam menyiapkan diri misi hidup? Tujuannya jelas supaya dalam perjalanan hidup, tidak terganggu dengan fisik yang kurang baik.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-19

Post a Comment

0 Comments