Mengikat Makna: Muslimah Menuntut Ilmu Syar'i


Tulisan komunitas ibu belajar atau disingkat KOBAR, menarik perhatianku untuk mengikutinya di instagram. Sudah mengikuti sebelum ramadhan tapi baru mulai perhatian dengan program-program saat ramadhan. Akhirnya baru bergabung dengan channel telegram menjelang awal bulan Mei. Sempat mengajukan diri untuk jadi admin di kelas koreksi bacaan Al-Quran atau tahsin. Tapi, qadarallah belum jadi bertugas karena ada hal yang lebih urgent di rumah.

Setelah kurang lebih dua pekan program tahsin dan khatam Al-Quran, akhirnya berakhir di hari Ahad. Di hari itu ada kajian tentang Muslimah Menuntut Ilmu Syar'i. Jadi berencana mengikat makna dari kajian itu, meski hanya sebagian. Semoga ada kebaikan dari catatan ini.

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (TQS. Adz Dzariyaat: 56)

Di ayat tersebut, Allah memerintahkan manusia dan jin untuk beribadah. Agar manusia dapat beribadah, tentu dibutuhkan belajar. Sehingga menjadi kewajiban setiap manusia untuk menuntut ilmu agar bisa beribadah yang benar dan baik kepada Allah.

"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (TQS. Al Mujadalah ayat 11)

Dalam ayat di atas, Allah akan meninggikan beberapa derajat orang yang beriman dan berilmu. MasyaAllah, begitu berharganya ilmu yang tidak bisa digantikan dengan apapun, terutama ilmu syar'i. Sehingga menuntut ilmu adalah satu hal yang penting dalam hidup. Ilmu syar'i yang dimaksud di sini adalah ilmu yang diturunkan Allah sebagai petunjuk. Ilmu tersebut berdasarkan wahyu Allah. Dari muslim.or.id, dituliskan bahwa ilmu syar'i ini yang berkenaan dengan akidah (keyakinan) maupun amal (praktek ibadah). Inilah ilmu yang penuntut dan orang yang mempelajari dan mengajarkannya terpuji di sisi Allah. 

Dari Mu’awiyah radhiallahu’anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama." (Muttafaqun ‘alaihi).

"Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Ilmu yang diwariskan Nabi dan Rasul adalah ilmu Allah. Ilmu yang tidak berkaitan dengan bermacam bidang yang dibutuhkan di dunia. Dikisahkan bahwa Rasulullah Nabi Muhammad melihat ada masyarakatnya yang menyilangkan pertumbuhan pohon kurma, kemudian Rasul melarang. Ternyata kurmanya tidak tumbuh subur. Hingga akhirnya Rasul mengatakan bahwa masyarakatnya lebih tahu tentang dunia perkebunan daripada beliau. 

Ilmu selain ilmu syar'i atau agama itu juga penting dalam mendukung perjalanan kehidupan dunia. Satu hal yang menjadi perhatian adalah tujuan menuntut ilmu dunia itu akan mengarah ke kebaikan atau keburukan. Tapi secara kedudukan, ilmu syar'i atau agama lebih utama dan tinggi dibanding ilmu dunia lainnya.

Lalu, apa saja keutamaan muslimah menuntut ilmu syar'i? Ustadzah Arfah Ummu Faynan menjelaskan sebagai berikut:
1. Penuntut ilmu akan dikelilingi malaikat
2. Penuntut ilmu akan diliputi kasih sayang dari Allah
3. Turunnya ketenangan hati dari Allah pada diri penuntut ilmu
4. Allah mudahkan jalan menuju surga.


Kemudian dibahas juga tentang pentingnya muslimah menuntut ilmu syar'i. Belum tuntas mendengarkan dan menyelesaikan catatan ini, tapi ada beberapa poin tentang urgensinya, natara lain: 
1. Sebagai muslimah akan lebih mengenal Allah dan tahu hak-hak Allah.
2. Ilmu bermanfaat akan menjaga penuntut ilmu.
3. Menjadikan interaksi dengan suami dan anak lebih damai, tentram.
4. Dapat menyampaikan kebenaran untuk menjawab kerancuan yang dihembuskan tentang kekeliruan hak-hak wanita.


Kurang lebih seperti itu, makna yang tercatat tentang muslimah menuntut ilmu syar'i. Setidaknya sebagai pengingat diri bahwa sebagai muslimah harus haus dengan ilmu syar'i atau agama. Berharap Allah meluruskan niat dan jalan untuk menempuhnya.




#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-18

Post a Comment

0 Comments