Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-10

Belajar berkomunikasi ini, rasanya masih terus dibutuhkan. Butuh fokus/mindfull, butuh penghayatan/kesungguhan, butuh konsisten dan kesabaran. Hari ke sepuluh kali ini, membuatku banyak introspeksi. Jangankan anak, saya sendiri juga butuh terus diingatkan agar berkomunikasi produktif dengan sebaya, pasangan atau yang lebih tua.

Temuan Pembelajaran

Menjelang siang tadi, saya dimintai tolong mertua untuk menjaga toko di depan rumah. Hizbi bermain bersama saudara sepupunya di dalam. Namun, sepertinya Hizbi bosan. Suami juga sedang sibuk di depan laptop. Terdengar samar suara Hizbi. Dari depan rumah, terdengar samar tapi ketika saya buka pintu, Hizbi berteriak memanggil. 

Suami bernada kesal mungkin karena terganggu. Hizbi juga cemberut wajahnya. Saya ajak saja Hizbi duduk berdua di belakang toko. 

"Hizbi sedih?" tanya saya.

Hizbi hanya menggeleng. Saya tanya alasan dia berteriak. Hizbi menjawab kalau mencari bunda. Saya ingatkan kalau mencari Bunda, bisa tanya Ayah pakai suara bagus karena Ayah di dekat Hizbi. Saya tanya kejelasan kalimat yang saya ucapkan. Hizbi mengangguk. Akhirnya saya ajak main-main di toko dan Hizbi menikmati kebersamaan berdua.


Tantangan Komunikasi Produktif

Tantangan banget kalau mulut ini sering memberi peringatan atau nasihat. Semoga tidak sering lupa untuk memuji efektif. 

Masih terus belajar uniknya mempraktikkan komunikasi efektif. Semakin dipelajari, ujian atau tantangannya memang terasa. Apresiasi 4 bintang dari 5 untuk hari ini.


#harike-10

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia


Post a Comment

0 Comments