Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-9

Hari ke sembilan untuk belajar kembali seni komunikasi produktif bersama anak. Membaca kembali materinya dan menelusuri poin mana yang sekiranya akan diterapkan. Ada satu momen tadi yang menjadi penemuan untuk belajar komunikasi dalam meyakinkan anak.


Temuan Pembelajaran
Siang tadi, Hizbi kembali ikut shalat Jumat bersama suami. Perlengkapannya seperti biasa, baju, sarung dan peci. Usai shalat sesampainya di rumah, Hizbi meminta tolong untuk dibukakan kancing baju. 
"Bunda, ini dibuka," pintanya.
"Kalau mau dibuka, bilang apa?"  saya tanyakan.
"Bunda, minta tolong buka bajunya," Hizbi mulai merajuk.
"Iya, sini Bunda bantu sedikit tapi nanti Hizbi yang buka kancingnya," saya katakan seperti itu.
"Nggak bisa lho," katanya.
"Bisa. Hizbi bisa, ini lho tinggal ditarik," saya bilang sambil menunjuk.

Hizbi mulai melanjutkan membuka kancing satu saja sambil menarik-narik
"Hore, alhamdulillah Hizbi bisa kan," saya memuji untuk meyakinkannya.
Mengapresiasi kemauannya berusaha itu perlu, tujuannya menambah semangat sekaligus menghargai usahanya walau belum seberapa. Memuji dengan tepat perilakunya agar tak terlalu berbangga. Saya sampaikan juga bahwa besok akan belajar membuka kancing lagi.

Tantangan Komunikasi Produktif
Hal yang menantang dalam komunikasi ini tentu tentang kesabaran mendampingi. Kadang emosi juga kalau melihat anak menyerah sebelum berusaha lebih. Gemes gitu lihatnya, padahal sebetulnya bisa. Jadi harus mengantongi banyak stok sabar.

Alhamdulillah, apresiasi diri hari ini mendapat bintang 4 dari 5. Semoga Allah bimbing proses pembelajaran materi ini untuk selanjutnya.


#harike-9

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

Post a Comment

0 Comments