Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-14

Biidznillah, interaksi sampai siang ini dengan Hizbi berjalan lancar. Sempat ada rengekan sedikit dan menurut saya masih taraf wajar. Sebetulnya ingin mengingatkan juga tentang kepemilikan dan kegunaan. Jadi sama-sama belajar lagi.

Belajar mengomunikasikan keinginan dan belajar mengelola egonya. Saya sendiri juga belajar untuk menghargai keinginan dan menegosiasiakan hal yang bisa ditoleransi. Belajar komunikasi produktif ini secara tidak langsung juga memelajari critical thinking.


Temuan Pembelajaran

Sebetulnya bisa ditandai dan diperhatikan waktu-waktu seperti apa Hizbi mulai minta perhatian lebih. Salah satunya sesaat bangun tidur. Seperti bangun tidur siang di kala adzan shalat Ashar. Masih selayaknya orang bangun tidur, inginnya bermalas-malasan dulu baru bangun betulan. Mungkin itu yang saya tangkap.

Sore ini tak seramai kemarin. Jadi masih bisa diajak bercanda saat bangun. Tak merengek-rengek, tak ada teriakan, alhamdulillah tak mengundang emosi negatif. Meski Hizbi juga meminta negosiasi agar di kasur lebih lama. Saya menuruti sebentar. Saya tawarkan untuk berhitung agar segera bangkit. Saya katakan juga akan menggoreng camilan favoritnya. Mengajaknya untuk ikut mengolah juga. Alhamdulillah akhirnya berhasil mengajak untuk segera turun dari kasur. 


Tantangan Berkomunikasi

Tantangannya itu adalah menjaga intonasi tidak naik oktaf dan mau bersabar menunggu. Orang dewasa saja ada yang harus berkali-kali dibangunkan baru sadar untuk bangkit. Apalagi anak-anak, semoga kemandiriannya bisa lebih baik lagi.


Alhamdulillah, ala kulli hal, hari ini mengapresiasi diri dengan bintang 5. InsyaAllah bersabar untuk temuan komunikasi produktif di hari ke -15 besok. 



#harike-14

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia



Post a Comment

0 Comments