Melatih Kemandirian Inisiatif Membantu (Kemandirian Anak Hari ke-8)

Qadarallah, Hizbi terbiasa melihat pekerjaan rumah tangga tidak hanya dikerjakan oleh saya alias perempuan saja. Kadang suami atau Akungnya ikut membantu membersihkan rumah. Jadinya Hizbi terbiasa melihat lelaki atau perempuan melakukan pekerjaan rumah tangga. Dampaknya di usia 3 tahun ini, jadi pembiasaan Hizbi juga misal ingin coba menyapu, mengepel, mengelap. Selain itu, Hizbi refleks mengambil lap dan membersihkan jika ada tumpahan.

Temuan hari ini, sebetulnya tidak terduga. Melatih kemandirian inisiatif membantu orang tua. Saat menjemur pakaian di lantai atas yang belum dikeramik, lantainya berdebu. Padahal saya hanya mengatakan agar bermain dengan sapu. Apalagi ganggang sapunya agak kotor terkena sarang laba-laba. Hizbi awalnya menolak dan saya biarkan main sesukanya.

Sesekali meminta izin saya untuk membantu jemur bajunya sendiri. Saya bantu sedikit-sedikit sambil semau yang dilakukan. Setelah itu, saya tak menyadari kalau Hizbi sudah menyapu dan mengumpulkan pasir lumayan banyak. Hihi. Good job, masyaAllah. Terima kasih sudah dibantu membersihkan. 


Strategi Melatih Kemandirian Inisiatif Membantu 

1. Sering ada saat anak butuh bantuan

Di saat awal-awal usia anak di bawah 2 tahun, butuh banyak bantuan orang tua. Dengan menjadi pahlawan baginya, insyaAllah anak akan meniru menjadi pahlawan dalam membantu orang lain.

2. Memberi teladan agar tanggap membereskan sesuatu

Misal, ketika anak masih belajar makan atau minum saat awal-awal mpasi, tentu ada banyak tumpahan dan ceceran. Saat orang tua tanggap membersihkan, secara tidak langsung memberi teladan pembiasaan dengan hal yang sama.

3. Mengikuti fitrah anak

Anak di bawah usia 2 tahun sedang waktunya eksplorasi dan ingin tahu. Memberi ruang dan kesempatan mencoba, insyaAllah membuat anak percaya diri bahwa dia bisa diandalkan. Misalkan, anak ingin menyapu, mengepel, mengelap, membantu masak, meski hasilnya tak sesuai ekspektasi tapi memberinya kesempatan, insyaAllah menjadi pelajaran tersendiri bagi anak.


Aliran Rasa Kesuksesan dan Tantangan

Alhamdulillah Hizbi merasa senang dan menikmati dalam eksplorasi kegiatan di rumah. Saya juga senang dan tak merasa jika hal itu melatih kemandirian inisiatif membantu orang lain. Tantangannya tentu harus bersabar apapun hasil dan proses dalam mendampingi anak. Semoga Allah selalu memberi penjagaan niat dan diri ini dalam membersamai Hizbi.


April Fatmasari

(IP Suramadu)


Post a Comment

0 Comments