Strategi Membiasakan Makan Mandiri (Kemandirian Anak Hari ke-5)

Di usia Hizbi 3 tahun, ada salah satu target kemandirian yang sempat terlaksana tapi belum tuntas untuk melatihnya. InsyaAllah di zona 2 petualang bahagia ini akan kembali membiasakan Hizbi makan mandiri. Itulah temuan yang menjadi fokus latihan kami. Kok kami? Karena sebagai orang tua juga berlatih dan perlu strategi untuk mendampingi proses kemandirian anak.

Alasan terkuat dalam melatih makan mandiri adalah berharap tuntas kemandiriannya. Tak tergantung pada orang lain, fitrah ego atau perkembangannya dapat tumbuh dengan baik. Salah satu bentuk syukur dengan memanfaatkan fungsi tangan yang diciptakan Allah secara sempurna. Lalu seperti apa strategi membiasakan makan mandiri?

Strateginya antara lain:
1. Sounding. 
Hal yang tak pernah lelah kami ingatkan. Mengajak dengan cara yang lembut sambil berkisah, mengajak tapi tak terasa diajak.
2. Memberi contoh dengan makan bersama.
Teladan atau contoh langsung dari orang tua adalah salah satu hal yang cepat ditangkap anak. Dari momen makan bersama ini, Hizbi juga bisa belajar adab makan.
3. Membaca buku
Salah satu strategi yang asyik dan tak terasa juga. Melihat gambar sambil memasukkan nilai-nilai teladan atau kemandirian yang bisa dicontoh.
4. Memuji efektif
Mengapresiasi perkembangan anak tidak hanya berupa materi atau hadiah. Pujian efektif bisa sebagai bentuk apresiasi atau hadiah bahwa anak adalah berharga.

Aliran Rasa Kesuksesan dan Tantangan
Alhamdulillah, 3 kali makan berarti membiasakan Hizbi 3 kali makan mandiri. Meski disambi bicara, leyeh-leyeh atau sikap Hizbi yang ingin menyerah. Tapi insyaAllah tetap kami semangati. Hizbi paling semangat kalau saya murojaah surat AnNaba dan AnNaziat. Hihi. MasyaAllah, tabarakallah.

Hal yang menantang jelaslah menahan kesabaran dalam mendampinginya terbiasa makan mandiri. Lauk pauk, saya potong kecil-kecil dan bercampur nasi supaya mudah menyendoknya. Tapi tetap harus bersabar karena kadang teralihkan dengan hal-hal kecil. Belum lagi makanan yang tercecer, kadang sayuran dipinggirkan. Padahal kalau disuapi, apa saja masuk. Nah, jadi belajar lagi strategi membiasakan makan mandiri untuk besok. Tapi bersyukur dan senang dengan perkembangannya hari ini. Hizbi juga mulai terbiasa dan menikmati. Semoga besok lebih baik lagi, insyaAllah. Aamiin.

-April Fatmasari-
IP regional Surabaya Madura

#






Post a comment

0 Comments