Read Aloud Buku Mandiri Seperti Rasulullah | Zona 5 Hari ke-3

Hari ketiga tantangan membentuk karakter dengan stimulasi literasi baca tulis dan digital, lumayan greget. Saya dan Hizbi memang sepakat untuk melakukan project read aloud saat pagi hari. Kalau pagi, insyaAllah masih fresh banget apalagi setelah makan pagi dan sedikit bermain olah fisik. Tapi karena ada kejadian yang sempat membuat hatinya sedih, jadinya mood Hizbi agak kurang bersemangat. Alhamdulillah ditawarkan untuk read aloud, Hizbi tak menolak.

Buku yang dipilih Hizbi, tak ada di deretan rencana buku pilihannya. Hizbi memilih yang  lain. Tapi masih dalam satu seri Balita Berakhlak Mulia. Buku yang cocok untuk usia kelompok 0-6  tahun. Akhirnya, saya dan Hizbi melakukan read aloud buku berjudul Mandiri Seperti Rasulullah. Apa Hizbi bisa menyimak read aloud sampai akhir?

Beberapa catatan saya di tantangan hari ini, antara lain:

1. Bookish play/role play

Saya menyiapkan benda yang berkaitan dengan buku yang akan dibacakan. Tadi menyiapkan gulungan selimut untuk dipanggul di bahu. Seperti ilustrasi dalam cerita
2. Rekaman video read aloud
Awalnya Hizbi selalu bilang, "Harusnya nggak usah direkam."
Saya tanyakan lagi caranya supaya mau direkam. Hizbi mau saja yang penting sudah makan dan main tembak-tembakan. Sesi read aloud buku Mandiri Seperti Rasulullah terekam dengan lancar.

3. Apresiasi 

Pasca read aloud sudah menjanjikan untuk bersama membuat bendera literasi. Bendera bertuliskan judul buku yang dibaca dengan menggunakan ranting pohon yang berjatuhan. Selain itu, saya tawarkan setelah read aloud untuk pergi sebentar ke rumah saudara yang masih tetangga.



Sumber referensi dan media digital:

Hari ketiga ini referensi bukunya terbitan Sygma Daya Insani. Media digitalnya menggunakan gawai untuk aplikasi Canva dan laptop untuk video editor.

Refleksi:
Project yang dilakukan dari keinginannya, apapun perasaan Hizbi di awal, insyaAllah tetap dinikmati. Sebab tidak ada paksaan. Meski beberapa menit sebelumnya bersedih tapi adanya sesi read aloud buku tadi, ibarat obat sedihnya. Alhamdulillah tantangan hari ketiga ini berjalan lancar. Semoga besok lebih baik. 




Post a comment

0 Comments