Read Aloud Buku yang Pernah Dibaca dan Buku Lainnya | Zona 5 Hari ke-11

MasyaAllah hari ke 11 tantangan di zona 5. Seru kalau ajakin baca sekarang ini. Awalnya Hizbi mau dibacakan buku yang sama seperti sepekan yang lalu. Pikir saya, Hizbi lagi tertarik buku itu. Buku yang gambar bangun rumah katanya. Saya turuti saja, tak masalah jika repetisi buku yang sama. Hizbi sedang tertarik dengan hal itu. 

Akhirnya, saya read aloud buku yang pernah dibaca itu. Lalu saya minta Hizbi untuk membacakan alias cerita ke saya tentang buku itu (karena belum bisa baca ya). Versi bahasa dan sepahamnya anak usia 3 tahun ke atas. Saya apresiasi apapun yang dikatakan karena kalau nggak dipancing, bilangnya nggak tahu ceritanya. Huhu. Tapi setelah itu, saya tanya kembali, apa masih mau baca buku yang lain lagi. Alhamdulillah ternyata mau, lanjutlah baca lagi buku yang lain.

Catatan hari ke-11 tantangan di zona 5, antara lain:

1. Bookish Play

Tak ada kreasi dari buku hari ini. Lupa kalau punya sekop yang bisa digunakan untuk alat peraga seperti di buku. Apalagi sudah menjelang jam tidurnya, jadi fokusnya membaca saja. 

2. Rekaman Read Aloud

Tadi saat read aloud buku yang pernah dibaca, tak direkam. Rekaman saat membaca buku kedua menjelang tidur malamnya. Meski awalnya menolak direkam. Beberapa kali mengambil rekaman video karena Hizbi masih mau cerita dan baca sesukanya.

3. Apresiasi

Apresiasi bendera literasi untuk catatan buku yang dibaca, tak dibuat hari ini. 

Media referensi read aloud hari ini ada dua buku. Saat read aloud buku yang pernah dibaca, judulnya adalah Mandiri Seperti Rasulullah. Kemudian, read aloud kedua dengan judul buku Salman yang Cerdik. Media digital yang saya gunakan untuk edit adalah Video Editor dan Canva.

Alhamdulillah Hizbi tertarik dengan kegiatan membaca. Tapi yang menjadi catatan saya, kadang Hizbi suka cepat-cepat membalik halaman. Belum selesai dibaca, ingin ke halaman favoritnya. Semoga Hizbi semakin pentingnya membaca satu per satu halaman untuk memahami jalan cerita. Alhamdulillah, tabarakallah.


Comments

Popular posts