5 Hal Penting Sebelum Mengirim Naskah

Alhamdulillah, MasyaAllah merasakan acara grand launching buku, meski antologi dan secara online di hari Ahad tanggal 28 Februari 2021 ini. Ternyata mengharukan. Menjadi bagian dalam buku antologi bersama komunitas bunda1011 yang diterbitkan oleh penerbit ihsanmedia. Penerbit yang sudah tak diragukan kredibilitasnya dan memiliki banyak reseller tersebar. Selain itu, betul-betul memperhatikan detail hal penting sebelum mengirim naskah tiap penulis atau kontibutor 

Meski menjelang grand launching hanya sebagai moderator kulwap, tapi tetap senang. Setidaknya turut andil dalam menyukseskan meluasnya manfaat buku itu. Selain itu, kalau bukan karena pertolongan Allah yang melembutkan hati teman-teman proyek buku antologi, bisa jadi enggak tertulis namaku di situ. Sebelum menuliskan kisah yang menjadi bagian dari buku New Life, New Love, sempat ragu dan menimbang-nimbang. Apakah yakin menuliskan kisah itu dan rasanya satu paragraf belum ada kemajuan.

Baca juga tahap menulis buku solo

Sebetulnya dari ke-12 buku antologi sebelumnya, ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Ada beberapa poin evaluasi yang semestinya tidak berulang begitu. Entah kenapa aku harus mendobrak perasaan ragu untuk menulis. Padahal ketika sudah menulis biasanya tinggal mengalir saja. Ada 5 hal penting sebelum mengirim naskah, antara lain:

1. Membuat tema dan plot cerita

Ini supaya tidak ragu, mau menuliskan isi cerita. Perlu membuat perencanaan topik atau temanya. Kenapa kok gitu? Karena supaya yakin dengan ide cerita, tidak asal ganti-ganti. Tapi biasanya kalau buku antologi sudah ditentukan juga tema atau topik tertentu. Plot atau alur juga penting supaya jelas jalan ceritanya. Apakah mau memakai jenis alur maju, mundur atau maju mundur cantik. Hihi.

2. Perhatikan deadline pengumpulan naskah

Beberapa kali ikut kelas antologi karena tak yakin dengan ide, akibatnya selalu mepet deadline dan tidak selesai. Tapi kalau di kelas berbayar atau komunitas yang dekat gitu, masih baik mau memperpanjang waktu pengumpulan. Kalau di lomba-lomba atau komunitas lain mungkin sudah langsung tinggal aja. Baru deh, merasa nyesel belakangan. 

3. Baca teknis penulisan naskah

Ini juga penting banget, apalagi kalau lomba-lomba. Misal kurang dari jumlah kata yang ditentukan, bisa jadi langsung enggak lolos deh naskahnya. Kalau kelebihan dari jumlah kata juga pasti enggak mau kan naskahnya dipotong gitu aja. Belum lagi jenis tulisan dan setting marginnya.

4. Lakukan self editing

Melakukan koreksi naskah sendiri ini bagian yang tak kalah penting. Makanya seharusnya mengerjakan bukan mepet deadline. Hiks. Jadi ada banyak waktu untuk membaca nyaring naskah. Semisal kalimatnya terlalu panjang, pemilihan kata baku atau tidak, penggunaan tanda baca dan sebagainya.

5. Pastikan tujuan alamat email sudah benar

Sedih banget deh, rasanya, kalau sudah capek nulis, lakukan self editing tapi ternyata naskahnya nyasar. Huhu. Merasa santai karena sudah mengirim tapi tidak sampai ke alamat email pengumpulan naskah. Pasti nyesel juga, jadi sebaiknya memastikan dengan benar alamat emailnya.

Beberapa poin evaluasi yang mungkin bukan hanya untuk persiapan buku antologi tapi seleksi buku solo atau naskah artikel lomba lainnya. Mungkin ada yang mau menambahkan poin evaluasi penting sebelum mengirim naskah lainnya? Yuk, saling sharing. Menuliskan ini untuk pengingat diri sendiri. Semoga bermanfaat.




Post a comment

0 Comments