Setiap Anak adalah Spesial dan Istimewa

Percaya kan, kalau setiap anak adalah spesial dengan segala kelebihan dan kekurangan? Sebab Allah pasti  menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. Sebetulnya sebagai orang tua ingin memotivasi anak. Tetapi terkadang, cara penyampaianku kurang tepat. Secara tidak langsung, membandingkan anak dengan lainnya. Padahal aku sudah menyadari bahwa setiap anak adalah spesial dan istimewa.
Hiks, setelah itu, jadi merasa menyesal. Sedikit terlihat dampaknya jika anak kurang percaya diri. Astaghfirullah, semoga aku tidak mengulangi kesalahan lagi. 
Padahal, kalau ingat pesan Bu Septi Peni di materi zona 8 bunda sayang institut ibu profesional bahwa orang tua yang harus memantaskan diri. Anak-anak terlahir hebat, kitalah yang harus selalu memantaskan diri agar selalu layak di mata Allah. Sudahkah memantaskan diri untuk memegang amanah anak-anak yang luar biasa. Huhu, masyaAllah.

Jadi keinget juga kata-kata yang pernah kudengar dari Ustadz Harry Santosa yaitu  raise your child, raise yourselves. Sebetulnya saat kita berusaha menumbuhkan dan merawat fitrah anak, kita juga belajar untuk perbaiki diri. Orang tua aliasa aku yang banyak belajar bertumbuh dan memperbaiki diri. Anak adalah cerminanku. 
Sama seperti, saat memenuhi tantangan zona 8 ini. Mengulik, mengamati dan memfasilitasi fitrah bakat anak, membuatku untuk kembali menyelami bakat, potensi, minat, kompetensi selama ini.
Setiap anak memiliki keunikan, sehingga anak pastilah spesial dan istimewa. Dari keunikan tersebut ternyata ada kaitannya dengan aktivitas (peran) harus dilakukan. Peran tersebut berkaitan juga dengan misi hidup. Ketika kita sebagai orang tua menerima keunikan anak dan mendukungnya, InsyaAllah menjadi langkah selanjutnya menuju misi hidup anak.  

Misi Hidup

Sebentar, sebelum terlalu jauh, sebetulnya misi itu apa sih? Jadi buka-buka lagi materi kulum #3 saat kuliah matrikulasi institut ibu profesional batch 7 tentang Menemukan Peran dan Misi Hidup. Abah Rama Royani menjelaskan bahwa ada 2 definisi misi, antara lain:

1. Penjabaran visi

Ini definisi yang paling populer ya. Sejak zaman kuliah, teori visi misi seperti itu. Hihi.

2. Alasan keberadaan

Ini definisi yang kurang populer. Saat membaca tulisan ini, pasti ada alasannya Alasan itu adalah misi. 
Seperti terlihat benang merahnya, ya? InsyaAllah setiap kita (anak) punya bekal atau fitrah bakat. Jika fitrah tersebut dirawat dan diberi perlakuan tepat, InsyaAllah akan menghasilkan (aktivitas) peran tepat dalam menjalankan misi hidup.

Observasi Aktivitas Anak

Salah satu cara menumbuhkan dan merawat fitrah bakat anak adalah dengan  observasi aktivitasnya. Melakukan observasi sambil mencatat dalam refleksi atau jurnal harian. Biasanya teihat pola kecenderungan dari aktivitas yang membuatnya berbinar. Seperti aktivitas Hizbi di hari ke-10 ini, antusiasmenya masih seputar membaca buku, bermain peran, aktivitas fisik. Lainnya juga tertarik tapi biasa saja, hasilnya kadang juga asal. Di saat tak sesuai ekspektasi itulah, tetap harus semangat berlapang dada. Hihi. Mungkin belum tertarik sekarang, tapi ntah besok-besok. 

Sepuluh hari tantangan ini, semoga menambah kesadaran dan konsisten untuk melakukan pengamatan aktivitas pada anak. Semangat para ibu yang anaknya di fase usia 0-7 tahun, kita pegangan tangan yuk! Yakinlah bahwa setiap anak adalah spesial dan istimewa. Sudah amati aktivitas anak, hari ini?



April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar