Buku Favorit Keluarga: Tips Tumbuhkan Minat Membaca Buku sejak Dini

Halo, teman! 

Sudah membaca buku apa hari ini? Sudah selesai berapa buku di awal tahun ini? Bicara tentang buku, sebetulnya menampar diri sendiri. Rasanya harus berjuang keras untuk menamatkan satu buku. Bagaimana sih, katanya ingin anak betah membaca, hehe. Tapi untuk memulai agar diri sendiri betah membaca adalah memilih bahan bacaan atau buku. Bukan cuma anak yang diminta memilih buku, orang tua juga seharusnya memilih tema buku favoritnya. Apa tujuannya? Biar segera mulai membaca dan menyelesaikan.

Tumbuhkan minat membaca buku sejak dini

Semenjak melahirkan, jenis buku yang sering kubaca, bergeser. Kalau sebelumnya masih suka membaca novel, sekarang sudah beralih banyak ke non fiksi. Ketika menikah, ada persamaan dari berbagai jenis buku yang aku dan suami baca yaitu buku tentang sejarah, terutama sejarah Islam. Kami sama-sama sepakat bahwa sejarah mempunyai pengaruh dan pelajaran penting di masa kini. 

Buku tentang sejarah yang terakhir dibaca suami adalah novel karya Ustadz Salim A. Fillah, berjudul Sang Pangeran dan Janissary Terakhir. Kalau buku tentang sejarah yang aku baca terakhir juga berkategori novel sih, hihi. Itu juga butuh semangat dan motivasi kuat biar selesai. Judul novelnya adalah Api Tauhid, karya Habiburrahman El Shirazy.

Manfaat Membaca Buku Sejarah Islam

Sebetulnya membaca buku sejarah itu menantang sekali untukku. Tapi aku merasa, sebagai muslim perlu mengambil hikmah dari sejarah masa lalu. Apalagi lihat suami yang nyaman dan cepat saat membaca buku karya Ustadz Salim A. Fillah itu. Rasanya jadi terlecut untuk selesaikan buku Api Tauhid. Tapi masih ada PR untuk baca buku kisah shahabiyah yang tebal, apalagi jenisnya biografi. Semoga bisa beneran selesai. 

Setelah membaca buku sejarah islami, manfaat apa yang aku rasakan? Jadi lebih banyak belajar dan mengambil hikmahnya. Setidaknya, membayangkan juga tentang tempat-tempat bersejarah meski belum pernah ke daerah Timur Tengah sana. Selain itu, dari kisah sejarah dapat diambil refleksi dengan keadaan saat ini. Berharap semakin mencintai agama yang disyiarkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad.

Buku Favorit Keluarga

Dari beragam buku di rumah, ada buku-buku yang sering aku dan suami baca. Buku apa? Buku-buku yang akan dibacakan ke anak, hihi. Nah, supaya anak dekat dan kenal dengan sejarah Islam, kami sediakan buku tentang shiroh nabi yang sesuai dengan usia anak. Contoh bukunya seperti 24 Nabi dan Rasul Teladan Utama terbitan sygma creative media corp. 

Buku itu lumayan detail menjelaskan tentang sejarah nabi. Jenisnya seperti ensiklopedia, halamannya besar. Tulisannya satu halaman penuh atau lebih, disertai dengan ilustrasi satu halaman juga. Sebetulnya itu lebih cocok untuk jenjang anak usia SD. Tapi alhamdulillah, Hizbi semakin lama, betah dibacakan seri buku tersebut. 

Tak hanya cocok dibaca anak tapi juga menambah pengetahuan buat orang tua. Ternyata di umur segini, baru tahu fakta-fakta tentang sejarah nabi. Suami juga betah bacanya, meski sempat heran dan penasaran begitu detail kisah yang dituliskan. InsyaAllah tercerahkan juga dari daftar pustaka yang dicantumkan.
24 nabi dan rasul teladan utama

Tumbuhkan Minat Membaca Anak

Dari kesamaan kami berdua, tentu ada nilai kebaikan yang ingin kami pancarkan ke anak. Ada keinginan agar anak mencintai agama dari kisah sejarah Islam atau para nabi, sahabat dan pejuang muslim. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana anak betah membaca buku terutama kisah sejarah Islam atau shiroh yang terkenal berat? Bagaimana supaya anak menjadikan buku shiroh sebagai salah satu favoritnya? Yuk, simak tips berikut!

1. Keteladanan

Lingkungan terdekat yang memiliki pengaruh bagi anak adalah kami sebagai orangtuanya. Bagaimana anak akan betah berlama-lama dengan buku, jika kami tak pernah terlihat membaca buku? Anak akan merekam dan meniru hal-hal yang dilakukan orang tua. Teladan adalah salah satu hal penting dalam mendidik anak. Istilah kekiniannya yaitu role model.  

Dalam buku Pendidikan Anak Dalam Islam, karya DR. Abdullah Nashih Ulwan, dijelaskan bahwa teladan dalam pendidikan adalah metode yang paling berpengaruh dalam menyiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual dan sosial anak.

2. Membiasakan membacakan nyaring sejak dini

Membacakan nyaring atau read aloud adalah aktivitas sederhana membacakan buku dengan bersuara. Apakah harus nyaring alias berteriak keras? Bukan, maksud dari nyaring adalah terdengar oleh pendengar. Jika yang mendengar 1 anak, suara kita terdengar. Jika yang mendengar anak sekelas, suara kita juga harus terdengar. Membacakan nyaring ini, InsyaAllah akan berdampak jika mau memulai konsisten setiap hari meluangkan waktu kurang lebih 15 menit. Tantangan banget membacakan untuk anak usia dini, tentang kisah nabi yang tulisannya agak banyak. 

Tapi dari  pengalaman para aktivitas read aloud, tak sedikit yang merasakan manfaatnya pada anak. Jadi insyaAllah, semangat untuk membuat Hizbi tertarik dan menjadikan buku kisah nabi sebagai  favoritnya. Dari tertarik dengan buku, akan menjadi gemar membaca. Orang tua mana yang tak ingin, anaknya gemar membaca?
Membacakan nyaring sejak dini

Konsisten membacakan nyaring setiap hari dan rasakan keajaibannya, atas izin Allah.

3. Membuat role play atau bookish play

Ada yang masih asing dengan istilah bookish play? Bookish play adalah aktivitas bermain yang menjadikan buku sebagai inspirasi. Jika gambar yang ada di buku, tak bisa dipegang, saat bookish play anak akan lebih dekat dengan buku karena ada visualisasi yang kita buat. Misal saat membacakan kisah tentang Nabi Nuh, kita membuat kapal-kapalan dari kertas origami. Saat membacakan kisah tentang Nabi Musa, kita bisa mengajak anak untuk mencari sebatang ranting pohon dan menghias dengan cat, seolah itu adalah tongkat Nabi Musa. InsyaAllah next akan upload tentang bookish play kisah nabi.
Bookish play kisah nabi

4. Menyediakan bahan bacaan yang menarik dan sesuai usia

Salah satu cara untuk meningkatkan minat anak pada buku adalah menyediakan buku yang menarik, hingga anak menjadikan itu sebagai favoritnya. Buku yang menarik bagi anak usia dini, biasanya dilihat dari gambarnya. Selain itu, mungkin fiturnya dan berdasarkan tingkatan usia. Menyediakan bukan berarti membeli, saat ini ada banyak kemudahan untuk mengakses buku di kota. 

Jika belum bisa beli secara fisik, bisa akses situs atau aplikasi penyedia bacaan anak gratis seperti literacycloud, ipusnas, serusetiapsaat, glnkemdikbud dan lainnya.  Pengalaman menggunakan e-book untuk read aloud dari seru setiap saat, pernah aku tulis di postingan sebelumnya

Teman-teman, ada rekomendasi situs lainnya? Dari beberapa situs tersebut bisa dicetak untuk pribadi, InsyaAllah bisa dapat manfaat yang sama, asalkan mendampingi anak. Jika dekat dengan rumah baca atau perpustakaan, bisa dengan menyewa atau menyewa buku fisik secara online. Jika baru punya sedikit buku, bisa dimaksimalkan hingga sedikit-sedikit bisa menambah bacaan bergizi untuk anak. InsyaAllah, jika ada niatan, semesta akan mendukung.

5.  Memperhatikan suasana saat membaca

Salah satu hal yang tak kalah penting agar minat membaca buku anak dapat tumbuh adalah suasana menyenangkan. Aktivitas membaca itu membutuhkan konsentrasi dan duduk, sebaiknya memperhatikan kebutuhan anak sebelum membaca. Sudahkah tenaganya tersalurkan? Apakah perutnya sudah kenyang? Apakah anak dalam kondisi mengantuk? Bagaimana suasana di sekitar? Menciptakan suasana membaca menyenangkan tanpa paksaan, InsyaAllah akan menumbuhkan ketertarikannya pada buku.

Aku menyadari bahwa minat membaca masih kurang. Jangan sampai terwariskan ke anak juga. Alhamdulillah, ada rezeki untuk belajar tentang literasi dari para ahli. Semoga menambah semangatku untuk meningkatkan jam terbang membaca. Malu dengan anak yang sudah bertumbuh minat membaca buku. Apalagi, jika kami punya keinginan agar anak nanti menjadikan buku sejarah Islam sebagai favoritnya. Teman-teman punya tambahan tips lain supaya anak tertarik dengan buku? Buku apa yang jadi favoritnya?

Post a Comment

4 Comments

  1. Aku seneeeeng deh kalo ada temen2 yang juga suka membaca dan sedang ngajarin anak2nya supaya JD terbiasa membaca. Aku sendiri dibiasain membaca sejak kecil banget Ama papa mba. Dulu cara papa bikin anak2nya suka baca, tiap kali bisnis trio ke luar negeri, papa pasti bawain oleh2 buku cerita anak bergambar dr sana. Walopun bahasanya kami belum ngerti waktu itu, tp gambarnya baguuus dan menarik perhatian banget. JD penasaran mau tahu itu ttg apa. Dan papa selalu bacain buku2nya

    Setelah bisa baca sendiri, papa msh rutin tiap bulan pasti beliin kami buku. Di rumahku dan rumah papa sampe ada perpustakaan yg menyimpan buku2 kami semua.

    Yg ga terlupakan dan slalu ditunggu, kalo ultah, kado dr papa slalu sama. Kami dibawa ke toko buku Gramedia ato gunung agung, dan di sana si anak yg ultah boleh beli buku sepuasnya, sekuat tangannya bawa keranjang buku :D. Tp aku dan adekku lgs cari ide supaya keranjang bisa penuh buku tp tetep kuat kami bawa, keranjangnya taro di lantai, dan kami saling dorong hahahahah. Tp papa ga masalah. Buat dia, yg ptg kami bener2 cinta buku jadinya.

    Dan itu kebawa Ampe skr. Aku juga kalo udh ke toko buku, anak2 bebas beli buku apapun yg mereka mau. Tiap bulan pun aku slalu ada budget beli buku.

    Aku sendiri punya target membaca buku UTK THN ini 54 buku mba, yg berarti 1 Minggu, 1 buku. Dan itu review-nya aku tulis di IG/FB. Kalo ga begitu aku bakal males juga bacanya.

    UTK si Kaka yg udh bisa baca, aku targetin 1 hari baca 2 bab dari buku cerita anak. Trus hrs dia ceritain ulang pake BHS dia sendiri ke aku.

    Kalo adiknya Krn blm bisa baca, aku msh bacain cerita tiap malam :). Dan itu ngaruh banget sih, Krn mereka jadi suka membaca dan menunggu2 banget reading time sebelum tidur gini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah MasyaAllah keren banget kak. Orang tua sudah fasilitasi banyak buku sejak kecil. Aku jadi tambah tertarik pengalaman kakak tentang buku. Target bacanya banyak bangeet. Mau mampir-mampir ke sosmednya dong kak

      Delete