Memainkan Peran Sebagai Ibu Rumah Tangga yang Produktif

5 komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Teman, apa jawaban, jika sebuah pertanyaan ini ditujukan padamu, "Sudahkah menjadi ibu atau pribadi yang produktif?" 

belajar jadi ibu rumah tangga yang produktif


Aku masih mempertanyakan pada diri sendiri tentang produktivitas harian saat menjalani sebagai ibu rumah tangga. Benarkah sudah memenuhi kriteria produktif? Atau masih jauh dari kata produktif karena merasa melakukan aktivitas yang itu-itu saja.

Sehari selama 24 jam, 7 hari dalam sepekan, rasanya ada saja hal-hal meleset yang membuatku berleha-leha dengan kenikmatan waktu. Astaghfirullah. Sempat berseliweran di media sosial, seorang ibu muda yang menghasilkan karya berupa buku hingga puluhan dalam setahun. Ada lagi, ibu yang rutin berbagi ide aktivitas bermain anak-anaknya. Ada juga ibu yang rajin  membagikan resep masakan dalam akun pribadinya. Ah, jika harus disebutkan ibu-ibu yang lain, masihlah banyak ibu rumah tangga yang terlihat produktif. Melihat mereka, secara tidak langsung membuatku insecure termotivasi. 



Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan.

- Pak Dodik Mariyanto, co founder Institut Ibu Profesional-

Apa sebaiknya aku menghentikan aktivitas sosial media, supaya tidak sering melihat rumput tetangga yang lebih hijau? Eh tapi belakangan, memang tidak terlalu aktif scrolling dan membagikan kegiatan di sosial media, kecuali kewajiban dari job atau komunitas. Hehe. Selain itu, belum tentu juga, saat akun media sosial tidak aktif, lalu menjadi lebih produktif, ya.

Berkenalan dengan Produktif 

Teman, apakah produktif itu tentang banyak jumlah karya, banyak dan aktif mengikuti komunitas dan nominal uang yang dihasilkan selama ini? Hm, mari kita cek dulu arti kata produktif. Beberapa arti kata produktif dalam KBBI adalah mampu menghasilkan, mendatangkan (memberi hasil, manfaat dan sebagainya), menguntungkan. Salah satu arti dari produktif adalah mendatangkan manfaat. InsyaAllah, setiap aktivitas mengurus rumah tangga, hamil, melahirkan, menyusui, merawat anak, suami bahkan orang tua atau mertua, bernilai produktif karena mendatangkan manfaat. Semoga itu juga yang terlihat di hadapan Allah, hingga detik ini masih bersama mertua.

Tantangan Ibu Rumah Tangga

Peran ibu rumah tangga juga menantang dalam hidup seorang wanita yang aktif saat single atau ketika masih bekerja di luar rumah. Apa saja tantangan dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga?

1. Stigma negatif

Topik ibu rumah tangga terkadang masih menjadi bahan pembicaraan. Berbagai cap dan kata-kata yang menusuk, tidak jarang diterima wanita yang memilih jalan sebagai ibu rumah tangga. Padahal mereka tidak tahu, apa yang aku lakukan. Aku memang di rumah saja, tapi alhamdulillah ada pekerjaan sampingan yang dapat menambah tabungan meski nilainya belum seberapa.

2. Rutinitas yang sama

Tantangan bagi ibu rumah tangga yang tidak terikat instansi apapun adalah melakukan aktivitas yang nyaris sama setiap pekan bahkan setiap hari. Apalagi jika kondisi ruhiyah sedang turun, sepanjang hari, mood bisa tidak terkondisikan. 


Hal yang Mendukung Peran sebagai Ibu Rumah Tangga Produktif

Aku butuh pengingat untuk menyemangati diri. Beberapa catatan yang perlu dilakukan dalam membantu memainkan peran sebagai ibu produktif, antara lain:

1. Meluruskan niat

Segala sesuatu bermula dari niat. Saat berniat memilih peran sebagai ibu rumah tangga, maka bersiap pula dengan segala konsekuensi yang ada. Rasanya tidak elok jika terus membandingkan pada lainnya karena apakah kita mampu setara dengan ikhtiar mereka yang tidak tampak di sosial media. Kondisi kita, pasti tidak sama dengan ibu-ibu lainnya. Aku masih harus terus belajar untuk perbaiki niat agar tidak hanya di awal saja, tapi di tengah hingga akhir perjalanan, semoga tercatat sebagai nilai ibadah. Aamiin.

2. Membuat rencana dan eksekusi

Alhamdulillah, adanya telepon seluler yang mempunyai fasilitas pengingat, sangat membantu. Aku yang mudah terdistraksi dan kurang mindful, merasa terbantu dengan pengingat yang mudah terbaca dalam genggaman. Pentingnya merencanakan dan eksekusi karena terkadang aku terlupa. Tapi perlu juga menurunkan ekspektasi agar tidak stress. Jika kerjaan rumah tangga dan kebutuhan suami serta anak sudah beres, kita boleh merencanakan hal-hal untuk upgrade ketrampilan. 

3. Bersyukur dengan Kondisi

Di berbagai belahan tempat lain, masih banyak para wanita yang menanti kehadiran amanah buah hati. Di sisi lain, ada wanita yang sedang harap-harap cemas menunggu kedatangan jodoh. Bersyukur adalah salah satu jalan untuk menikmati situasi kondisi yang Allah berikan sekarang. Memainkan peran semaksimal yang kita mampu sebagai wujud syukur. Hm, jauhlah aku dengan ibu-ibu hebat yang diberi kesempatan meraih pahala dari ujian hidupnya.

Penutup

Tulisan ini bukan untuk membandingkan peran antara ibu rumah tangga atau ibu bekerja di luar rumah, ya. Catatan pengingat untuk terus bersyukur sambil ikhtiar semaksimal yang dimampu dalam memainkan peran sebagai ibu rumah tangga yang produktif. Selain itu, tulisan ini sebagai tantangan menulis dari pejuang antologi 2 komunitas bunda 1011, sih. Hehe.

Kalau nasihat dari Mbak Julia Sarah Rangkuti, seorang founder dan penulis buku Rumah Main Anak, bahwa meski keseharian ibu rumah tangga membersamai suami dan anak-anak di rumah, tetapi peran itu, tidak pernah kecil di hadapan Allah. Mengutip sebuah pengingat lagi, kali ini dari Ustadz Salim A. Fillah, bahwa mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat.

Teman, bagaimana ibu rumah tangga produktif menurutmu? Yuk, sharing!

#bundaproduktif #challengeantologi2 #antologibunda1011 #komunitasbunda1011


April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

5 komentar

  1. memang bener mbak, kita ngga perlu liat orang lain apalagi liat sosmed, rasanya rumput tetangga lebih hijau. Si a udah bikin ini, Si B udah punya itu... ngga akan ada habisnya. Bahkan bukan cuma IRT yang merasakannya, tapi orang umum seperti saya juga.

    terlepas dari hal itu semua, menjadi ibu rumah tangga dengan kesibukannya mengurus rumah tangga juga sudah termasuk produktif, apalagi kalau ditambah dengan kegiatan dengan lingkungan sekitar dan tetangga. sesuai dengan pengertian, selama itu mendatangkan manfaat, maka sudah masuk sebagai produktif

    BalasHapus
  2. Menjadi ibu rumah tangga yang produktif memang tidak mudah. Banyak tantangannya ya Bund. Tapi saya juga bersyukur sekali bisa gabung di Komunitas Ibu Profesional, bisa bantu jadi ibu yg produktif

    BalasHapus
  3. Cita-cita saya ini mba, jadi ibu rumah tangga yang produktif
    Sampai sekarang saya masih berkarya di ranah publik
    Pengen suatu hari bisa berkarya dari rumah

    BalasHapus
  4. Benar sekali mbak, kuncinya adalah bersyukur. Meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga kita masih bisa tetap produktif dengan melakukan banyak hal di rumah.

    BalasHapus
  5. Mainkan saja peranmu tugasmu hanya taat. Jadi catatan ini. Memang kalau lihat rumput tetangga biasanya lebih hijau ya, Mbak. Lebih baik gak sering nengokin tetangga hehehe, berkarya aja terus

    BalasHapus

Posting Komentar