Bingung Aktivitas Puasa Saat Pandemi? Yuk, Lakukan Ini

Sudah dua tahun masa pandemi dan melewati tiga kali Ramadhan saat pandemi. MasyaAllah, rasanya waktu cepat sekali berputar. Padahal di awal pandemi sempat pernah merasa social distancing ini lama. Terus mau ngapain saja menghabiskan puasa saat pandemi?

Apalagi saat mendengar kabar keluarga yang satu per satu dipanggil duluan oleh Allah. Mendengar kabar Bapak yang harus dirawat di Rumah Sakit karena Covid, padahal posisiku saat itu jauh dari Bapak. Tiada hari tanpa meneteskan air mata dan tentu semakin menghujani beliau dengan doa. 

Qodarallah, beberapa bulan pasca lebaran tahun lalu, Covid menghampiri keluarga kecil kami dan mertua. Kami harus isolasi mandiri, sehingga merasakan hal-hal yang pernah dilalui orang lain juga. Alhamdulillah, Allah masih beri kami kesempatan menikmati hidup hingga bertemu Ramadhan tahun ini.

ide aktivitas puasa saat pandemi

Sekilas Puasa

Pasti ingat kan, puasa itu rukun islam ke-empat? Syariat puasa Ramadhan dimulai pada tahun 2 Hijriyah. Mulai diwajibkan puasa Ramadhan setelah turun firman Allah surat Al Baqarah ayat 183. 

Tujuan puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih kita untuk menahan hawa nafsu. Ini perlu dilatih ya, tetapi semoga kita sudah berhasil lulus dari puasa menahan nafsu nih. Aamiin. Hehe.

Perintah puasa menjadi wajib bagi muslim yang sehat dan bermukim. Jika sedang dalam perjalanan jauh, sakit, hamil atau menyusui, usia lanjut, InsyaAllah diberikan keringanan.

Perbedaan Puasa Sebelum dan Ketika Pandemi Datang

Secara ibadah, tidak ada yang berbeda puasa sebelum atau saat pandemi. Tetapi salah satu hal yang aku ingat adalah pandemi membawa kita kembali ke fitrah. Begitulah pesan dari Almarhum Ustadz Harry Santosa. Pasti ada hikmah dari pandemi ini yang membuat kita lebih banyak introspeksi diri.

Secara kebiasaan, pasti ada hal berbeda yang dirasakan. Jika dulu sering mengadakan buka puasa bersama, saat pandemi lebih memilih untuk buka puasa di rumah. Begitu juga dengan tarawih, tadarusan atau i'tikaf, karena saat bulan puasa pasti ada ibadah lainnya yang mendukung.

Aktivitas yang Dapat Dilakukan dalam Menjalani Puasa Saat Pandemi

Pandemi ini secara tidak langsung membatasi diri kita untuk interaksi dengan lainnya. Tetapi dalam hal ibadah mandiri atau aktivitas pribadi, kita masih bisa melakukannya ketika kondisi sehat. Kita masih bisa melakukan aktivitas produktif meskipun bulan puasa saat pandemi di rumah saja. Apa saja itu?


Mengikuti Kelas Pengembangan Diri

Teringat dua tahun lalu di bulan puasa saat pandemi, atas izin suami, aku mengikuti suatu kelas. Kelas pengembangan diriku dan suami yang sama-sama belajar dari almarhum Ustadz Harry Santosa. 

Alhamdulillah suami mau ikut dengarkan atau paling minimal dengarkan saya memberikan insight materi. Hehe. Materi tentang fitrah based education dan fitrah based life, rasanya tidak bosan mendengarkan. Meskipun beliau sudah berpulang ke Rahmatullah, saat ini masih ada yang meneruskan penyampaian pemikiran almarhum tentang fitrah. 

Kalau kelas pengembangan diri online lainnya, ada banyak sekali. Kita bisa memilih, disesuaikan dengan budget keluarga. Ada kelas gratis hingga berbayar dengan topik menarik yang kita butuhkan. Ketika kalap mengikuti kelas, dampaknya kita akan mengalami tsunami informasi. 


Mengikuti kajian atau tadarus online

MasyaAllah, di situasi sesulit apapun, pasti ada jalan keluar yang Allah berikan. Rasanya, dulu susah mengikuti kajian waktu anak masih bayi atau lagi aktif-aktifnya. Sekarang diberi kemudahan tinggal klik saja, bisa mendengarkan kajian tanpa harus meninggalkan rumah.

Ada juga insiatif dari orang-orang baik agar para ibu punya waktu mengaji. Mereka membuat forum tadarus online. Jam online khusus untuk mengaji Al Qur'an. Tinggal niatnya yang perlu diperbaiki dan dikuatkan. Kadang karena mudahnya itu, malah disepelekan begitu saja. Astaghfirullah, hiks.


Beberes Rumah

Selagi ada waktu di rumah, bisa kita manfaatkan untuk sedikit beberes bagian-bagian yang perlu dirapikan. Hitung-hitung menjelang hari raya, kita sudah cicil berbenah rumah. Misal memilah pakaian yang sekiranya sudah lama tidak dipakai atau kekecilan. Membereskan perabotan yang mangkrak atau lainnya. 

Kondisi yang sedang berpuasa, tidak perlu dipaksakan dalam beberes. Biasanya kalau sudah berbenah rumah, inginnya sampai rapi dan bersih. Hehe. Alhamdulillah, jika puasa saat pandemi menjadikan lebih produktif di rumah.  


Ikut Challenge Sesuai Passion

Biasanya saat Ramadhan, ada tantangan-tantangan untuk menyemarakan bulan puasa. Misal yang hobi menulis, bisa mengikuti challenge membuat caption atau postingan di blog. Buat yang hobi masak, bisa menantang diri membuat menu masakan sahur atau berbuka. Suka berbenah? Biasanya ada challenge untuk menyemarakan sambut awal Ramadhan.

Aku rasa, ada banyak pihak-pihak yang secara tidak langsung membantu kita agar lebih produktif di bulan Ramadhan. Jika kita ada waktu dan niat untuk mengikuti, bisa saja menantang diri sekalian menyalurkan passion. Alhamdulillah jadi memiliki wadah yang tepat. 


Berbagi

Bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat dan mulia untuk berbagi. Berbagi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jika kita bisa berbagi ilmu, maka bisa saja kita bagikan. Misal dengan menulis, membuat podcast, membuat acara live atau lainnya. 

Kalau kita mempunyai keluangan dalam bentuk materi, bisa kita bagikan juga baik secara tatap muka ataupun online. Tidak harus dalam jumlah besar, asalkan kita ikhlas dalam berbagi, InsyaAllah sudah bernilai ibadah di mata Allah. 


Beraktivitas dengan Anggota Keluarga

Bulan puasa saat pandemi bisa dijadikan sarana memperkuat bonding keluarga. Ketika kita lebih banyak menghabiskan banyak waktu di rumah, saatnya untuk ngobrol atau bermain bersama keluarga. Pandemi sudah berjalan dua tahun, semoga masa adaptasi saat di rumah lebih lama, sudah semakin terkondisikan.

Kita bisa saling menyiapkan menu berbuka atau sahur bersama. Melakukan tadarus, tarawih atau i'tikaf bersama keluarga. Bisa juga menyiapkan ide untuk saling berbagi pada sesama. InsyaAllah hal itu bisa semakin menguatkan ikatan antar anggota keluarga. 


Penutup

Bulan puasa adalah bulan mulia di antara bulan lainnya. Allah sudah menyiapkan skenario terbaik untuk para hambanya. Ketika melakukan puasa saat pandemi ataupun tidak, bagaimana sikap kita menghadapinya? Pasrah saja atau tetap mengejar amal baik seperti sebelum pandemi? 

Saatnya kita memetik hikmah di setiap kejadian yang Allah berikan. Semoga kita menjadi pribadi yang terus berproses menjadi lebih baik dari sebelumnya yaa, teman-teman. Semangat berlomba dalam kebaikan!

April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

10 komentar

  1. MashaAllah luar biasa manfaat ya mbak kalau direncanakan dan dijalankan dengan baik 🙏🤩

    BalasHapus
  2. Pandemi dan puasa, paduan yang mengajarkan kita untuk selalu mengingat kenikmatan yang dititipkan olah Allah swt...Samma Mbak, aku ya belajar lagi tahsin. Senangnya sekaran bisa belajar online jadi memudahkan kita....

    BalasHapus
  3. Tos, kita sama-sama penyintas Covid. Semoga sehat selalu ya Mbak...
    Saya setuju dan berasa diingatkan oleh artikelnya, terima kasih ya. Benar jika ini saatnya kita memetik hikmah di setiap kejadian yang Allah berikan.
    Insya Allah kita menjadi pribadi yang terus berproses menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah menjalani skenario terbaik Allah ini

    BalasHapus
  4. Aku inget banget pas puasa pertama kali saat pandemi. Aku masih berada di perantauan. Sendirian di kosan. Karena teman-teman kos rerata anak kuliah yang pada libur. Nelangsa. Mana nggak boleh mudik. Wes tah lah. Campur aduk rasanya. Sedih banget.

    Tapi tetep sih kudu beraktivitas yang positif kala puasa.

    BalasHapus
  5. Melakukan aktivitas yang bermanfaat akan membuat puasa lebih ringan ya, mbak. Tentu banyak juga pahala yang di dapat 😊
    Sehat selalu dan lancar puasanya sampai akhir ya, mbak 😊

    BalasHapus
  6. Nah iya, meskipun dalam masa pandemi tetapi kita masih bisa melakukan banyak ibadah ya. Yang terpenting selalu bersyukur dan yakin semua yang terjadi ini pasti ada hikmahnya.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah, dengan tetap melakukan aktivitas seperti itu puasa jadi bisa tetap produktif ya mba.... Apalagi bebenah rumah

    BalasHapus
  8. Puasa tahun ini sudah hampir mendekati kondisi normal seperti sebelum pandemi. Tapi urusan prokes masih seperti biasa. Masih maskeran dan jarang keluar rumah. Bukber di luar juga masih saya hindari. Akhirnya banyak kegiatan di rumah, seperti menulis dan membaca buku. Intinya seperti apapun kondisi ramadan harus tetap produktif berkarya karena justru jadi amalan baik buat kita.

    BalasHapus
  9. Masya Allah.. jadi lebih bernilai ibadah ya mbak, meskipun hanya beres-beres rumah.

    Kalau untuk ngaji online sekarang banyak sekali komunitas semacam ini. Jadi makin mudah ya kalau mau cari teman supaya lebih semangat beribadah

    BalasHapus
  10. Bismillah setiap ramadan selalu ada jejak kebaikan yang bisa kita torehkan.
    Selamat berlomba dalam kebaikan kita dipenghujung ramadan kali ini, ya mbak.
    Semoga disetiap ramadan kita selalu lebih baik dari ramadan tahun sebelumnya.
    Aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar