Manajemen Komunitas

Materi di kelas enrichment yang kedua adalah tentang Manajemen Komunitas. Materi yang dibawakan oleh mbak Ainun Analisa, saat ini berperan sebagai leader IP regional Surabaya Raya.

Di awal materi ini disuguhkan beberapa paragraf pengenalan tentang tema besar yang akan menjadi pemandu pergerakan di tahun 2020. Temanya tentang apa? Temanya memang besar karena berhubungan dengan SEMESTA KARYA. MasyaAllah, bawa-bawa semesta lho. Tambah deg-degan kan saya. Yakin nih, mau ambil peran ini? Bismillah bersama komunitas.


Kurang lebih yang saya tangkap dari diskusi itu adalah mengenali komunitas ini dulu supaya bisa mengatur/manaje dengan baik. Apa saja yang perlu dikenali? Simpulannya seperti infografis yang saya buat. Mengenali lingkaran keterikatan antara member, kekuatan dan keterbatasan.

Setiap member yang berada di wilayah tertentu perlu saling menggali serta mengenali potensi untuk mengokohkan kekuatan dan menyiasati kekurangan demi pergerakan besar suatu komunitas. Biasanya di KIP sendiri juga ada CSP/community strategic planning yaitu rancangan agenda komunitas dalam 1 tahun sesuai dengan tema besar Ibu Profesional dalam bentuk raker setiap regional. Bisa jadi itu juga proses awal membangun bonding untuk menyamakan tujuan dan value komunitas. 

Catatan tambahan kemarin, untuk memahami kekuatan member/pengurus:
- Via database
- cari info sebanyak-banyak tentang member. Tetap personal karena yang punya kewenangan saja yang bisa akses
- potensi dari profil member
- dari ide family project
- profesi dan latar belakang pendidikan
- challenge project
- dengan cara pendekatan personal dan juga mapping kompetensi/minat bakat member

Kemudian jika ada suatu hal yang menyebabkan member ataupun pengurus tidak selaras, berikut rangkumannya kemarin:
- silaturahmi ke rumahnya
- komunikasi personal . Ngobrol santai. Kalo nggak dibalas. Coba telpon. Nggak diangkat ya ke rumahnya 
- selalu ada back up di tim yang sama
- tes bahasa cinta, jadi bisa tau, setiap orang paling nyaman dibahagiakan dengan cara apa. Mungkin ada yang pergi karena merasa jarang ada kopdar, dan bisa meluapkan cintanya lewat kopdar. Mungkin ada yang pergi karena kurang apresiasi, padahal lip service sudah sangat cukup buatnya. Mungkin ada yang pergi karena nggak banyak dipeluk, disentuh, dicipika cipiki sehingga merasa kok ada jarak antar pengurus, padahal hal tersebut bisa dilakukan bahkan di acara tipikal seperti rapat
- Pendekatan bertahap
- komunikasi personal dulu sampai ketiga kalinya masih tetap, dibawa ke forum untuk menanyakan kelanjutannya. Karena  gak bisa memutuskan sepihak.

Alhamdulillaah, dapet pencerahan lagi kali ini dari leader yang sudah berpengalaman. Berasa memutar memori lagi zaman kuliah, pemanasan otak lagi. Siap-siap juga materi berikut dan berikutnya.

#enrichment #forumgroupdiscussion #openrecruitment #pengurus #manajemenkomunitas #komunikasi

Post a Comment

0 Comments