4 Poin Membuat Konten Kreatif dari Kelas Blog Online dengan Mentor Prita HW

Saya menahan diri ikut kelas online, selama hampir 6 bulan di masa pandemi. Bukan tanpa sebab saya melakukannya, justru terlalu banyak info bertebaran. Di awal pandemi sempat banyak penawaran kelas online gratis. Tapi saking banyaknya, saya merasa tsunami informasi menyerang. Membuat saya harus memilih dan memutuskan kelas online yang benar-benar dibutuhkan untuk diikuti. Bukan sekedar mendaftar yang ditawarkan secara cuma-cuma. Kelas blogging dari The Jannah Institute (TJI) adalah kelas blog online dengan mentor Prita HW. Kelas yang saya ikuti setelah jiwa terasa lega karena tidak terlalu sering online

Kelas blog online dengan mentor prita hw
Konten kreatif kelas blog online


Awal Mula Tertarik Blog

Berawal dari ketertarikan pada teman yang senang berbagi tulisannya di blog, membuat saya ingin mengikuti jejaknya. Mengisi tulisan demi tulisan tentang pengalaman kuliah hingga catatan tugas kuliah. Senang punya blog untuk menyimpan tulisan yang dirasa penting. Lebih senang lagi, jika catatan itu dibaca dan bermanfaat untuk orang lain. Sesederhana itu, niat untuk membuat sebuah blog pribadi di zaman kuliah. 
Sempat ada teman yang menawarkan untuk mengubah domain dan bergabung di komunitas blog. Tentu saja saya langsung menolak karena masih kuliah, belum ingin fokus ke sana. Perjalanan blog tetap berlanjut pasca kuliah. Blog ini masih setia sebagai tempat menuliskan pikiran saat bekerja hingga resign pasca saya melahirkan anak pertama. 
Pasca resign, belajar mengisi waktu sambil mengasuh dengan mengikuti challenge menulis. Lumayan melatih jari-jari dan otak untuk menulis paragraf panjang. Tapi masih belum terpikirkan untuk mengikuti pelatihan menulis di blog. Saya pikir, sekedar menulis saja, tak butuh pelatihan. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk bergabung di kelas blog online bersama mentor Prita HW. Kok bisa? Gimana ceritanya? 

Strong Why Menulis di Blog

Ikatlah ilmu dengan menulis adalah salah satu nasihat yang membuat saya bertahan menulis di blog sebagai catatan pengingat. Kenapa di blog? Kenapa nggak di catatan pribadi saja? Menurut saya, blog adalah salah satu platform yang nyaman untuk menuliskan penjelasan yang runtut dan agak panjang. Blog masih menjadi juara dibandingkan media sosial lainnya. Masih banyak orang yang membutuhkan referensi dari membaca blog. Saya berharap, ada manfaat kebaikan yang tersampaikan ke pembaca. 
Ikatlah ilmu dengan menulis
Strong why menulis blog

Ketika saya flashback postingan yang lalu, ternyata banyak pembaca yang melihat salah satu catatan semasa kuliah dan coretan saat mengikuti kajian keagamaan. Apa itu pertanda saya harus membongkar file kuliah lagi? Sepertinya belum ada bayangan untuk melakukan itu. Hihi. Lalu saya telusuri postingan yang diminati kedua, ternyata berjudul Tafsir An-Naba Ayat 1-10. Seperti tertampar deh. Setelah punya anak, jarang sekali mencatat saat mengikuti kajian. Setelah flashback itu, terlihat bahwa tema dan isi blog masih gado-gado, tidak spesifik. Sempat ada mentor kelas menulis yang memberi kritik dan masukan tentang konten kreatif ketika melihat blog saya. Rasanya tersentil tapi belum tergerak, karena belum tahu kelas blog seperti apa yang saya butuhkan. 

Ketertarikan Mengikuti Kelas Blog Online

Saat penelusuran di instagram, atas seizin Allah, tangan ini berhenti di sebuah akun bernama @thejannah.inst. Membaca beberapa postingan kelas online yang ditawarkan TJI. Qodarallah tertinggal kelas blogging batch kedua karena sedang membuat prioritas kelas online. Saya kebagian membaca review dari kelas preview blogging. Dari situ saya jadi tahu, ada kelas blog online dengan mentor Prita HW. MasyaAllah berjodoh dengan kelas blogging batch 3. Saat itu, mikirnya akan ada banyak insight di kelas blogging. Saya melihatnya ada 3 level yang ditawarkan, berarti penjelasan akan lebih rinci.
Ternyata benar, saat kelas blogging, ada banyak poin catatan yang saya dapatkan dari penjelasan voice note di grup Whatsapp untuk dipraktikkan. Sambil menentukan kembali 3 kategori utama yang digunakan sebagai niche blog.  Dari kelas blogging level intermediate ini, insyaAllah mulai berlatih menuliskan konten berkualitas bukan hanya berkuantitas. 

Poin Penting Konten Kreatif di Blog

Dari kelas blogging bersama mentor Prita HW, dijelaskan tentang konten kreatif. Ada 4 poin penting yang menjadi catatan saya dalam membuat konten kreatif. 
4 poin konten kreatif
4 poin konten kreatif

Apa saja dan bagaimana mengoptimalkan konten kreatif? Simak penjelasan berikut:

1. Tulisan

Tulisan adalah ruh utama sebuah blog. Menulis konten sebaiknya diawali dari hati. Saat keluar dari hati, insyaAllah tulisan akan mengalir. Saya masih belajar banget menulis secara informatif, tak bertele-tele. Selain itu perlu memperhatikan tulisan sebelum publish dengan self editing. Dimulai dari membaca dengan keras dan meminimalkan typo
Ada satu lagi yang penting, kalau tulisan mengandung SEO, insyaAllah lebih mantap. SEO sendiri ada yang on page dan off page. Penjelasannya agak panjang sendiri, masih belajar mempraktikkan juga. 

2. Foto

Foto menjadi salah satu hal yang mendukung tulisan di blog. Gambar menjadi daya pikat tersendiri bagi pembaca. Menurut mentor Prita HW, gambar yang baik adalah gambar yang berbicara dengan kualitas bagus. Usahakan gambar tidak pecah karena pixel terlalu kecil. 

3. Infografis

Infografis sebagai pendukung tulisan di blog yang membantu pembaca untuk membaca cepat. Biasanya berupa poin-poin penting suatu informasi. Infografis bisa digunakan untuk menyajikan data dalam tabel.

4. Video

Video adalah infografis bergerak untuk menambah pengalaman tersendiri bagi pembaca. Penggunaan video sendiri tergantung dari konten kreatif yang ditulis dalam blog. Seperti beberapa tulisan blog tentang read aloud, saya sisipkan video untuk memperjelas konten. 

Dari keempat poin itu, menjadi modal untuk berkreasi membuat konten blog sesuai niche. Bismillah, semoga kelas blog online dengan mentor Prita HW ini menjadi pijakan awal untuk semakin lebih baik dalam menulis. Berharap lebih konsisten supaya tujuan strong why tercapai. Kalau kamu, gimana caranya membuat konten kreatif?

Post a comment

0 Comments