Pentingnya Aqil dan Baligh secara Beriringan

Apa sudah sering dengar istilah aqil baligh? Sudah paham maknanya? Atau B aja gitu? Sering dengar tapi sebetulnya enggak terlalu paham? Sini yuk, merapat belajar bareng. Alhamdulillah di zona 7 kuliah bunda sayang institut ibu profesional ada pembahasan pendidikan seksualitas. Dibahas juga oleh kelompok 20 tentang pentingnya aqil dan baligh secara beriringan.

Pengertian Aqil dan Baligh

Kalau cek di KBBI, arti aqil adalah cerdik, berakal, pandai. Apa kata asli dari bahasa Indonesia? Enggak, aqil ini kata serapan dari bahasa Arab. Kalau baligh seperti apa? Saat seseorang sudah mencapai usia tertentu, mengalami perubahan biologis sebagai tanda-tandanya. Dalam islam, aqil baligh itu menandai seseorang, bisakah dibebani kewajiban menjalankan syariat atau belum. Selain itu, terdapat tanda-tanda umum kapan laki-laki atau perempuan memasuki usia aqil baligh.

Tanda-tanda Aqil dan Baligh

Gimana tanda anak yang sudah memasuki sudah berakal? Bisa membedakan dan mengkomunikasikan hal yang disukai atau tidak. Menjauhi sesuatu yang dirasa berbahaya atau mengancam. Jadinya, anak mampu belajar dari pengalaman. Selain itu, sudah mulai mengenal Tuhannya. Kalau tanda anak sudah baligh gimana? Menurut fiqh, tanda baligh antara lain adanya menstruasi/haid bagi perempuan, adanya mimpi basah bagi laki-laki, tumbuhnya rambut kemaluan. Tapi ada juga yang memfatwakan tanda baligh ketika mencapai umur tertentu. Mahdzab hanafi menerapkan batas minimal perempuan baligh adalah 9 tahun. Masih SD unyu-unyu ya? Nah kalau laki-laki batas minimal baligh adalah 12 tahun.

Pentingnya Aqil saat Baligh

Apa pentingnya aqil dan baligh beriringan? Ternyata penting banget lho. Kalau sudah baligh dan berakal, insyaAllah anak memahami hak dan kewajiban sebagai hamba Allah, keluarga dan masyarakat. MasyaAllah. Manusia yang sudah aqil dan baligh secara beriringan, InsyaAllah sanggup bertanggung jawab, memecahkan masalah, mengambil keputusan tepat, mengambil resiko dan menjalankan fungsi sosial. Tapi kalau baligh, tidak diiringi dengan baligh, gimana? Dapat memunculkan gangguan kecemasan dan depresi, akan timbul generasi yang ingin serba instan dan tak mandiri. Selain itu, naudzubillah dapat menimbulkan perilaku kekerasan/bullying bahkan penyimpangan seksual. Nah, di sini peran orang tua sangat berpengaruh ya, dimulai dari membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Persiapan Menuju Keseimbangan Aqil dan Baligh

MasyaAllah, mewujudkan generas penerus sebagai khalifah di bumi ini, banyak yang harus disiapkan. Ada beberapa aspek yang diperlukan agar terjadi keseimbangan proses aqil dan baligh. Menurut Muhammad Quthb, 3 aspek pendidikan islami yang dibutuhkan adalah aqidah, ukhuwah dan kedisplinan. Anak butuh pendidikan yang dikemas dalam bentuk keteladanan dan pemahaman. Fitrah anak laki-laki sangat berbeda dengan perempuan. Orang tua perlu memberi pemahaman pendidikan seksualitas sejak dini.

Begitu pentingnya aqil dan baligh secara beriringan. Kehadiran dan kelekatan ayah ibu dapat memberikan pemahaman pada anak secara langsung maupun tidak. Alhamdulillah, banyak insight dan catatan yang didapat nih dari menyimak materi tersebut. Ternyata cukup dalam pembahasan dari fitrah seksualitas di tema aqil baligh ini. Buat yang sudah pengalaman, punya tips apa ya untuk mempersiapkan keseimbangan aqil dan baligh ?

Post a comment

0 Comments