Cara Jitu Mengatur Waktu Ibu Rumah Tangga

Assalamualaikum, teman!

Saya pernah merasa kurang dengan waktu 24 jam dalam sehari. Masih banyak hal yang harus diselesaikan padahal sudah berganti hari. Ada yang pernah merasakan hal yang sama, wahai ibu? Sampai akhirnya, saya menemukan pola yang cocok setelah mencari tahu dengan membaca beberapa referensi atau mendengarkan penjelasan dari video. Hm, betapa pentingnya mengatur waktu bagi ibu rumah tangga. 

Mindset Ibu Rumah Tangga

Dulu, ada sebagian orang yang memandang sebelah mata status ibu rumah tangga. Namun, ibu rumah tangga saat ini terkadang mempunyai sampingan pekerjaan lain. Misalnya mompreneur, mom blogger, content creator atau lainnya. Pernah sewaktu ikutan workshop, ada peserta yang pastinya seorang psikolog tapi mengaku ibu rumah tangga juga seperti saya. Wah, rendah hati sekali beliau. Mungkin biar satu frekuensi karena saat itu saya menjawab pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.

cara mengatur waktu ibu rumah tangga

Dari situ, saya menyadari bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang biasa. Sama-sama mulianya seperti ibu bekerja di ranah publik atau ibu rumah tangga yang mempunyai pekerjaan sampingan. Tulisan ini juga tidak ada niatan untuk menyudutkan pilihan ibu bekerja ranah publik, murni ibu rumah tangga bahkan ibu rumah tangga yang bisa bekerja dari rumah dalam mengatur waktu keseharian. 

Jika saya bekerja di ranah publik, judul tulisan ini akan berbeda. Tentu saya menuliskan berdasarkan pengalaman dan referensi. Hehe.

Kendala Pengaturan Waktu

Waktu adalah suatu hal yang kasat mata dan tidak terasa. Kita sudah berusaha membuat perencanaan tetapi hasilnya meleset. Kita merasa sudah maksimal mengatur waktu, tetapi hasilnya masih berantakan, maka perlu dievaluasi penyebabnya.

Apakah skala prioritas yang diatur sudah tepat? Teknik yang dipilih dalam mengelola waktu apakah sudah maksimal dan sesuai dengan karakter diri kita?

Tips Mengatur Waktu bagi Ibu Rumah Tangga

Ada dua nikmat yang banyak dilalaikan manusia, yaitu sehat dan waktu luang.

(HR. Bukhori no. 6412)

Hadits tersebut menjadi pengingat, kalau terkadang kita terlalu menikmati waktu luang. Lupa ada hal-hal yang mungkin kurang berfaedah dilakukan hingga menghabiskan banyak waktu. Kita tentu berharap dapat menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang produktif mengatur waktu dengan baik. Berikut ada beberapa tips yang melatih saya dalam mengatur waktu hingga saat ini, antara lain:

1. Memenuhi kebutuhan ruhani dan jiwa

Jiwa adalah inti dari manusia. Jika jiwa terasa penuh, maka akan siap mengeluarkan hal-hal positif pada keluarga. Jika jiwa merasa kosong atau kering, tentu akan terasa sulit untuk memberikan hal-hal positif. Sebab, kita sedang butuh asupan jiwa. 

Kurang lebih, itu gambaran yang saya rasakan saat aktivitas ibadah melonggar. Hal itu berdampak pada aktivitas harian. Huhu.

2. Mengandangkan prioritas

Prioritas dikandangkan? Hehe, istilah yang aku kenal saat mengikuti kelas Institut Ibu Profesional. Prioritas mempunyai 4 kandang alias 4 kuadran. 

  • Penting, mendesak
  • Penting, tidak mendesak
  • Tidak penting, mendesak
  • Tidak penting, tidak mendesak

Saat mengikuti kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP), saya mengenal mantra menarik tapi tidak tertarik. Hm, berani mengambil keputusan atas pilihan yang menjadi prioritas. Misal bermain sosial media berjam-jam sangatlah menarik tapi apakah penting dan mendesak? Saatnya menggunakan mantra tidak tertarik, jika ada hal lain yang harus diprioritaskan. 

Empat kandang waktu ini akan berbeda setiap ibu. Kebutuhan dan prioritas kesehariannya pasti berbeda. Bagaimana menempatkan kandang prioritas membaca buku, beribadah, menonton film korea, memasak, menyetrika atau aktivitas lainnya?

3. Berkomunikasi dan kerja sama dengan suami atau support system

Salah satu hal penting dalam berkeluarga adalah komunikasi. Suami adalah orang terdekat dari keluarga inti yang sebaiknya bisa diajak berkomunikasi. Kita bisa saling mengomunikasikan hal-hal penting sampai receh seperti kerja sama dalam pekerjaan rumah tangga. 

It 's works. Hal itu cukup membantu mengatur waktu sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah. Namun, ketika kondisi saat ini tidak dapat bekerja sama dengan suami, kita bisa mendapat support system dari lainnya, seperti orang tua, anak atau saudara. 

target capaian peran ibu rumah tangga

4. Membuat indikator capaian diri maupun sebagai istri dan ibu

Sebagai perempuan yang sudah memiliki anak, kita sedang menjalani tiga peran. Peran sebagai diri sendiri, istri, dan ibu melekat menjadi satu.

Setiap kita mempunyai impian dan rencana dalam menjalani berbagai peran. Kita bisa mulai membuat atau merencanakan dari hal yang sederhana. Misalnya saja, mandi sebelum subuh, ngobrol dengan suami sebelum tidur atau menyediakan camilan anak setiap hari. 

5. Menuliskan rencana atau hal penting

Terkadang, hal-hal yang tidak tertulis hanya berakhir di angan-angan saja. Apalagi sebagai perempuan yang multitalent, bisa lupa kalau tiba-tiba harus mengerjakan hal lain, misal anak sakit, jatuh atau lainnya.

Manajemen waktu adalah softskill yang perlu terus dibiasakan akan terlatih. Tips secara umum itu, bisa cocok diterapkan atau tidak, tergantung kenyamanan dan karakter masing-masing. 

Mengatur Waktu dengan Habit Tracker

Dari berbagai macam teknik pengaturan waktu, habit tracker adalah salah satunya.Habit tracker jika diterjemahkan, berarti pencatat kebiasaan. Ya, proses pencatat kebiasaan agar komitmen melakukan hal baik setiap hari. Kita tadi sudah membahas tentang capaian, habit tracker membantu kita untuk mencatat seberapa jauh pencapaiannya.

Mungkin saya pernah tahu tentang habit tracker ini sebelumnya, tetapi sudah lupa. Saat di kelas bunda cekatan IIP, saya diingatkan oleh seorang kawan, yaitu Mbak Rahmadhany tentang manajemen waktu dengan habit tracker. Habit tracker dapat membantu kita untuk menggali kebiasaan baik yang ingin ditanamkan dalam diri hingga menjadi suatu rutinitas.

Ada dua cara dalam menggunakan habit tracker ini, yaitu manual atau digital. Habit tracker secara manual dengan mencetak kertas, lalu kita mengisinya. Sedangkan habit tracker secara digital, kita bisa menggunakan aplikasi atau template desain digital tanpa dicetak. Dari kedua cara tersebut, kita pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan.

Cara penggunaan habit tracker secara manual

Ketika kita lebih menyukai aktivitas secara tertulis atau manual, maka kita bisa melakukan cara berikut, sebelum memulai. Apa saja itu?

Merencanakan aktivitas yang ingin ditracking

Saat ingin merutinkan atau melacak aktivitas yang banyak, kita bisa membuat poin poinnya. Misalkan membuat jurnal makan, jurnal aktivitas dan lainnya. 

Kalau saya sebagai blogger, maka harus merutinkan aktivitas menulis di blog. Saya punya seorang kawan blogger yang rutin menuliskan review drama korea, namanya Mbak Lendyagassi. Beliau pasti mempunyai perencanaan aktivitas ngeblog hingga konsisten mengisi blog dan fokus pada suatu niche atau tema, yaitu blog review drakor.

Menentukan kurun waktu

Biasanya waktu yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan adalah 21 sampai 30 hari. Kita bisa melihat dari kurun waktu itu, hal hal yang sudah rutin dilakukan atau belum. Dengan adanya kurun waktu tersebut, hasilnya akan menjadi jawaban seberapa kuat komitmen kita untuk konsisten. 

Membuat template habit tracker

Jika lebih nyaman dan ingin terlibat dari awal dalam merutinkan aktivitas, kita bisa membuat sendiri dari contoh template habit tracker. Mencari contohnya di Google, lalu kita kreasikan menggunakan aplikasi desain atau membuat manual dengan alat tulis.

habit tracker  untuk mengatur waktu

Mengisi habit tracker template

Setelah menentukan template yang sesuai, kita bisa mengisinya. Kita bisa variasikan warna dalam pengisian aktivitas yang berbeda.

Melakukan evaluasi

Di akhir pekan atau akhir bulan, kita bisa melakukan evaluasi pada lembar habit tracker. Mencoba menggali dan mencari penyebab tidak dapat melakukan secara rutin.

Selain manual, kita bisa memanfaatkan template desain habit tracker yang tinggal dicetak. Ada pula yang lebih mudah, kita memanfaatkan aplikasi habit tracker yang sudah tersedia. Kita hanya perlu menggunakan sesuai petunjuk aplikasi.

Contoh aplikasi habit tracker

  • EZ Habit
  • Habithub
  • Habitify
  • Loop Habit Tracker
  • Habit Tracker

Dari kelima aplikasi tersebut, saya pernah mencoba Habitify. Aplikasinya cenderung ringan, tidak membutuhkan banyak memori. Tapi, saya yang sering terlewat mengisi jika menggunakan aplikasi digital. Lebih nyaman secara tertulis karena nampak mata.

Manfaat menggunakan habit tracker

Mengapa kita menggunakan habit tracker? Kita perlu paham dulu sebelum capek-capek memulainya. Ada beberapa manfaat penggunaan habit tracker, antara lain:

Membantu mengingatkan kegiatan rutin yang harus dilakukan

Ketika kita melihat kertas habit tracker yang belum terisi, secara tidak langsung sudah diingatkan untuk segera melakukannya. Jika menggunakan aplikasi, maka aplikasi akan memberikan notifikasi bahwa kita belum menandai hal yang direncanakan. 

Mengingatkan penanaman kebiasaan baik

Jika masalahnya adalah konsistensi, maka kita harus menuliskan komitmen dan menikmati prosesnya. Habit tracker menjadi suatu penanda apakah kebiasaan baik yang kita tanamkan pada diri sendiri ini, berhasil konsisten.

Mengukur perkembangan capaian target

Dengan habit tracker, kita bisa menilai capaian yang ditargetkan apakah sudah sesuai. Misal dalam sebulan ingin merutinkan sedekah setiap hari, maka akan terlihat polanya, apakah ada yang terlupa tidak mengisi habit tracker.

Melakukan penelusuran dan mengamati pola sebab akibatnya

Saat ada suatu hari yang terlewat, kita bisa melakukan penelusuran sebab terkendalanya melakukan kebiasaan tersebut. Setelah mengetahui sebabnya, maka kita bisa evaluasi hal yang menghambat dan rencanan ke depannya agar berjalan sesuai target. 

Kesimpulan

Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dengan berkutat pada keluarga, pasti cukup kompleks yaa. Kita selalu mengusahakan yang terbaik agar dapat mengatur waktu sebagai ibu rumah tangga. Habit tracker adalah satu cara jitu yang dapat dilakukan. Hasilnya akan terasa jika kita konsisten. Bagaimana menurut teman-teman, punya strategi sendiri dalam manajemen waktu?


April Fatmasari
Assalamualaikum. Saya seorang ibu rumah tangga yang belajar menjadi blogger, penulis dan praktisi read aloud. Memiliki ketertarikan dengan kepenulisan, pengasuhan, literasi anak, terutama read aloud. Belajar berbagi memaknai kehidupan dengan tulisan. Dapat dihubungi di april.safa@gmail.com

Related Posts

7 komentar

  1. pengen coba Habitify, terima kasih infonya ya kak :)

    BalasHapus
  2. Wah ide tentang habbit trackernya keren nih. Terima kasih ilmunya, mbak

    BalasHapus
  3. Aku juga lagi belajar manage waktu sebagai ibu rumah tangga yg aktivitasnya ngga kelar2 😅 kadang buat pegang hnphone pun sekarang harus nyisihin waktu, kecuali lagi ada telpon.
    Kadang udah bikin planing khusus, eh gagal lagi, apalagi kalau kurang tidur.

    Masih amatiran jadi ibu rumah tangga yg oengin nyambi ngonten😅

    BalasHapus
  4. buibu ini keren banget ya time management nya. saluuuttt!

    BalasHapus
  5. waaaaw mantap. kayaknya perlu ya mba pakai habit tracker itu ya... soalnya kita suka buyar di tengah jalan hehehehe

    BalasHapus
  6. Wah alumni IIP pasti keren nih. Intinya adalah konsistensi dan komitmen ya mbak... kudu aku aplikasikan juga nih sepertinya...

    BalasHapus
  7. Belum jadi ibu rumah tangga, tapi ini bisa diterapkan buatku juga sih. Konsisten nya itu emang agak susah ya

    BalasHapus

Posting Komentar